INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Pelantikan 12 Kepala Daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) terancam molor. Tak terkecuali pasangan Wali Kota terpilih Mohammad Ramdhan Pomanto – Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma).
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyebut, ihwal pelantikan belum bisa dipastikan dapat dilaksanakan pada 17 Februari mendatang. Pasalnya, sampai saat ini pihaknya belum menerima SK Pelantikan dari Mendagri.
“Saya tidak tahu kemungkinan masih Plh (pelaksana harian) semua. Karena SK sampai hari ini belum kita terima,” kata Nurdin saat ditemui di RPH-R Manggala, Senin (8/2/2021).
Ketua DPRD Kota Makassar, Rudianto Lallo merespon pernyataan Gubernur, bahwa harus ada upaya agar proses pelantikan bisa dilakukan secepatnya.
“Rakyat Makassar ini sudah lama merindukan dipimpin oleh pemimpin yang dipilih oleh rakyatnya. Harusnya Gubernur mendorong Makassar ini segera dilantik,” kata Rudianto Lallo saat ditemui di Kantor DPRD Makassar, Senin (8/2/2021).
Bahkan, Rudi meminta Gubernur, Danny-Fatma yang harus dilantik pertama. Alasannya, pertama, karena tidak ada sengketa hasil Pilwali. Kedua, karena Makassar sudah lama dipimpin Penjabat.
”Pak Gubernur harus pastikan Makassar ini dilantik paling pertama. Karena tidak ada sengketa dan kita sudah 21 bulan dipimpin oleh Pj. Sehingga tidak ada alasan untuk mengulur waktu pelantikan,” jelasnya Rudi.
Rudi menegaskan, penundaan pelantikan bisa berakibat fatal terhadap Gubernur sendiri. Karena, hal itu bisa memicu timbulnya kericuhan di kota Makassar.
“Kalau kemudian Gubernur berlama-lama malah dia yang memainkan menunda-nunda, saya takutnya warga Makassar bisa marah sama Gubenur,” lugas legislator Nasdem itu.
“Bayangkan saja kontestasi Pilwalkot saja sudah mengucapkan, apalagi kalau Gubernur terkesan molor atau sebagaimana, nanti masyakarat bertanya. Ada apa dengan Gubernur,” tutupnya. (andi)





