Tak Gentar Status Tuan Rumah Dua Petinju Sulsel, Andini dan Timothy Sabet Kemenangan Mutlak

Petinju muda berbakat Sulsel, Ishack Timothy R Masihor (sudut merah) dinyatakan sebagai pemenang.

INFOSULSEL.COM, JAKARTA | Panggung Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir Piala Menteri Koordinator Infrastruktur Pembangunan dan Kewilayahan (Menko IPK) menjadi saksi bisu keperkasaan petinju Sulawesi Selatan. Bertempat di Pluit Village Mall, Jakarta, Senin (19/10/2026), dua atlet andalan Pengprov PERTINA Sulsel sukses mengawali debut mereka dengan torehan performa yang impresif dan dominan.

Langkah gemilang pertama diukir oleh Izack Timothy Ricardo Masihor yang turun di kelas 46 kg junior putra pada partai kedua. Pemuda berusia 15 tahun tersebut naik ke atas ring bukan sekadar untuk bertanding, melainkan membawa misi besar mempertahankan statusnya sebagai juara bertahan Kejurnas Junior 2025.

Bacaan Lainnya

Bertarung di Ring 2, Timothy harus berhadapan dengan wakil Kepulauan Riau (Kepri), Dewa Ketri Sianipar, yang memiliki keunggulan fisik. Dewa datang dengan postur tubuh yang lebih tinggi serta jangkauan tangan yang jauh lebih panjang, sebuah keuntungan antropometris yang kerap menyulitkan lawan dalam duel amatir.

Namun, ring tinju bukanlah soal tinggi badan, melainkan taktik dan nyali. Mengikuti instruksi pelatih, siswa kelas 1 SMA Negeri 5 Makassar ini memilih untuk merangsek masuk, memotong jarak tembak, dan menolak memberikan ruang bagi Dewa untuk melancarkan determinasi serangan.

Strategi infight tersebut berjalan sempurna hingga pukulan kombinasi straight, hook, dan uppercut Timothy berulang kali mendarat telak di wajah lawan. Wasit Budi Setiawan asal DIY bahkan terpaksa menghentikan laga untuk memberikan hitungan di sela-sela ronde akibat hantaman keras yang diterima Dewa.

Dominasi tanpa ampun ini mencapai puncaknya pada pertengahan ronde ketiga ketika wasit akhirnya memutuskan Referee Stops Contest (RSC). Kemenangan ini sekaligus menegaskan bahwa darah juara sang ayah—legenda tinju Indonesia peraih emas SEA Games 1997, Dufri Masihor—mengalir deras dalam nadi Timothy.

Napas kemenangan Sulsel berlanjut ke Ring 1 melalui aksi trengginas petinju putri andalan mereka, Andini. Turun di kategori elite putri kelas 48 kg, atlet besutan Pengkot Pertina Makassar ini langsung dihadapkan pada ujian mental berat: melawan wakil tuan rumah DKI Jakarta, Claudia Victoria Alicia.

Bermain di hadapan publik lawan yang riuh tidak membuat nyali peraih medali Porprov Sulsel XVIII 2026 ini menciut. Andini justru tampil tanpa beban. Mendikte ritme permainan sepanjang tiga ronde penuh, dan melupakan status superioritas tuan rumah yang disandang rivalnya. Akurasi pukulan dan ketahanan fisik yang prima membawa Andini mengunci kemenangan mutlak dengan skor telak 5-0. Hasil ini sekaligus mengubur ambisi DKI Jakarta untuk mengamankan poin penuh di kelas 48 kg elite putri pada hari pertama kejuaraan.

Kendati menyapu bersih kemenangan di laga pembuka, Pelatih Kepala Tim Sulsel, Dufri Masihor, langsung memberikan peringatan keras kepada anak asuhnya. Dufri meminta Andini dan Timothy tidak larut dalam euforia dan tetap membumi, mengingat tensi turnamen akan semakin mendingat pada partai-partai krusial berikutnya.

“Kemenangan harus disyukuri. Tapi jangan terlalu larut dengan Evoria kemenangan. Masih ada pertandingan berikutnya yang makin berart,” tegas Dufri Masihor. (riel)

Petinju Sulsel (sudut merah) Andini melepaskan pukulan telak ke wajah lawan.(FORO: SRI SYAHRL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan