Sapu Bersih Medali, Darren BC Toraja Utara dan Dinasti Masihor Rajai Turnamen Tinju Mamasa

INFOSULSEL.COM, MAMASA |Lapangan Tennis Kabupaten Mamasa menjadi saksi bisu lahirnya peta kekuatan baru tinju amatir di Pulau Sulawesi. Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) dan Open Turnamen Tinju Sulawesi Barat (Sulbar) 2026 yang resmi ditutup oleh Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, pada Sabtu malam (19/9/2026), tidak hanya sekadar menjadi panggung kompetisi, melainkan panggung pembuktian bagi dua kekuatan besar: kedigdayaan dinasti Darren Boxing Camp (SBC) Toraja Utara dan ledakan kejutan dari petinju otodidak tuan rumah, Mamasa.

Turnamen yang digelar dalam rangka merayakan HUT ke-22 Provinsi Sulbar ini menjadi magnet bagi lebih dari 200 petinju dari tiga provinsi lintas Sulawesi—Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah. Mempertandingkan lebih dari 100 partai yang terbagi dalam empat kategori (Cadet/School U-12-14, Junior U 15-16, Youth 17-18, dan Elite 19-40), ajang ini melahirkan drama di atas ring yang memikat perhatian publik olahraga.

Darren Boxing Camp Toraja Utara keluar sebagai juara umum Open Turnamen dengan torehan prestasi yang mencengangkan. Mengirimkan 12 petinju terbaiknya, sasana ini mencatatkan clean sheet kemenangan: seluruh atletnya pulang membawa medali, terdiri dari 8 medali emas, 2 perak, dan 2 perunggu.

Prestasi kolektif ini kian sempurna lewat penghargaan individu. Andini dinobatkan sebagai Petinju Terbaik Putri, sementara gelar Petinju Berbakat diraih oleh Izack Timothy Masihor.

Nama Timothy menjadi sorotan utama setelah ia juga dinobatkan sebagai Petinju Terbaik pada kategori Junior. Remaja berusia 15 tahun yang kini duduk di kelas X SMA Negeri 2 Makassar tersebut menyabet emas di kelas 48 kg junior putra. Gen juara tampaknya mengalir deras di darah Timothy; ia adalah putra dari Dufri Masihor, legenda peraih medali emas SEA Games 1997. Sebelum bersinar di Mamasa, Timothy telah lebih dulu mengunci emas pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju di Palu, Oktober 2025.

Menariknya, panggung Mamasa menjadi saksi dominasi “Dinasti Masihor”. Tiga kakak Timothy turut menyapu bersih medali emas di kelasnya masing-masing:
Yosafat Daniel Bryan Masihor (Kelas X SMA Negeri 5 Makassar): Emas di kelas 51 kg junior putra. Abraham Masihor: Emas di kelas 63,5 kg putra. Josua Holy Masihor: Emas di kelas 60 kg putra. Sebagai catatan, Josua merupakan pemegang medali emas kelas 54 kg PON Aceh-Sumut 2024 dan juara Asia di Negeri Sembilan, Malaysia, September 2025.

“Ini menjadi bukti komitmen kami dalam menjaga pembinaan atlet tinju di Kabupaten Toraja Utara. Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas dukungan semua pihak. Semua ini hasil kerja keras atlet dan pelatih,” ujar Efendy Madao, Owner Darren Camp yang akrab disapa Fendy.

Keajaiban Tuan Rumah: Dari YouTube Menuju Podium Juara

Jika Darren Camp mendominasi lewat jalur pembinaan yang matang, tim tuan rumah Mamasa menghentak publik lewat jalur yang tidak biasa. Setelah lama absen dan tenggelam dari peta tinju amatir regional, bumi “Kondosapata” mendadak meledak. Mamasa sukses mengamankan predikat Juara Umum untuk kategori Kejurprov Sulbar 2026, dengan petinju putrinya, Marsya, keluar sebagai Petinju Terbaik.

Kejutan terbesar terletak pada statistik mereka: dari 18 petinju yang diturunkan Mamasa, 14 di antaranya berhasil menembus babak final. Sebuah pencapaian fantastis bagi daerah yang sempat kehilangan taji di atas ring.

Namun, di balik kedigdayaan tersebut, tersimpan cerita yang mengharukan sekaligus unik. Para petinju muda Mamasa ini bertarung tanpa fasilitas mewah atau polesan pelatih berlisensi internasional. Mereka adalah petarung otodidak sejati.

“Atet kami semuanya masih baru dan minim pengalaman. Bahkan, mereka latihan bukan dengan pelatih berpengalaman. Malah ada beberapa yang latihan sendiri setelah melihat teknik-teknik bertinju di YouTube,” ungkap Ma’dika Sumpulangy, Ketua Harian Pengkab PERTINA Mamasa sekaligus Manajer Tim.

Keterbatasan modal teknis itu justru dibayar tuntas dengan mental petarung di atas ring. Mengandalkan video tutorial dari platform digital, para pemuda Mamasa mampu meruntuhkan dominasi petinju yang jauh lebih berpengalaman.

Kejuaraan di Mamasa tahun 2026 ini pada akhirnya mengirimkan pesan kuat bagi dunia tinju nasional: bahwa prestasi bisa dilahirkan dari cetakan pembinaan yang disiplin seperti Darren Camp, atau dari api tekad yang menyala di tengah keterbatasan seperti para petarung otodidak Mamasa.(riel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan