Strategi Hillary Brigitta Lasut di PERTINA, Menjaga Dapur Wasit dan Jam Terbang Atlet

Ketum PP PERTINA Dr Hillary Brigitta Lasut, SH, LLM dan Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (PHOTO : SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, JAKARTA | Di atas ring yang riuh di tengah pusat perbelanjaan Pluit Village Mall, Jakarta, ratusan petinju muda dari 35 provinsi di Indonesia sedang bertaruh nasib. Mereka bukan sekadar mengincar Piala Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) melainkan sedang merajut asa di tengah panggung nasional yang sempat haus akan kompetisi yang konsisten.

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir yang diinisiasi oleh Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP PERTINA)) ini menjadi sinyal kuat akan arah baru pembinaan olahraga adu jotos di tanah air. Di balik sorot lampu ring, ada narasi besar yang sedang digaungkan oleh Ketua Umum PP PERTINA, Hillary Brigitta Lasut.

Bacaan Lainnya

Bagi Hillary, kejurnas kali ini bukan sekadar rutinitas kalender organisasi atau ajang seremonial berburu medali. Di tengah lanskap global yang dihantam ketidakpastian ekonomi, ia melihat ring tinju sebagai episentrum baru yang mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif dan memperkuat ketahanan sosial generasi muda.

“Di saat ini dunia sedang mengalami banyak ketidakpastian. Tapi atlet-atlet dan anak-anak muda kita serta ekonomi di sekitar sektor olahraga dan ekonomi kreatif tetap harus kita genjot,” ujar Hillary tajam, menegaskan urgensi pergerakan nyata di akar rumput.

Naratif yang dibawa Hillary menggeser paradigma lama yang hanya berfokus pada hasil akhir di papan skor. Baginya, problem mendasar atlet Indonesia saat ini bukanlah kelangkaan bakat alami, melainkan minimnya jam terbang dan panggung kompetisi yang berkelanjutan untuk menguji mental bertanding mereka.

“Melalui kompetisi nasional yang terstruktur, petinju dari pelosok daerah diberikan kesempatan setara untuk merasakan atmosfer persaingan tingkat tinggi,” sebut Anggita DPRD RI yang akrab disapa HBL ini.

Jam terbang inilah yang dinilai peraih suara terbanyak Caleg perempuan dari Dapil Sulawesi Utara ini pada Pileg 2024 ini menjadi modal krusial untuk membentuk fondasi teknis dan kekuatan psikologis sebelum mereka melangkah ke arena internasional yang lebih kejam.

Namun, Hillary menyadari betul bahwa membangun ekosistem olahraga yang sehat tidak bisa dilakukan dengan mengabaikan elemen pendukung di belakang layar. Dalam sorotan tajamnya, ia melempar lampu perhatian pada nasib para pengadil di atas ring: wasit dan hakim pertandingan.

Selama ini, pembicaraan mengenai kesejahteraan olahraga sering kali bias dan hanya berputar pada sosok atlet. PERTINA di bawah komando Hillary ingin mendobrak pakem tersebut dengan menegaskan bahwa profesionalisme pertandingan mustahil tercipta tanpa jaminan hidup yang layak bagi para perangkatnya.

“Karena atlet-atlet juga butuh kegiatan untuk bisa menaikkan jam terbang. Wasit-hakim butuh kesejahteraan untuk bisa tetap hidup dan mengembangkan ekonomi di keluarganya,” ungkap Hillary, menyuarakan realitas dapur para penegak aturan ring.

Visi integratif inilah yang coba diwujudkan PERTINA dengan merancang kejuaraan yang memberikan dampak berantai (multiplier effect). Ketika sebuah turnamen digelar secara reguler, ekosistem di sekitarnya ikut hidup. Mulai dari pelatih, perangkat pertandingan, hingga pelaku UMKM dan ekonomi kreatif lokal di sekitar venue.

Kini, bola panas komitmen berada di tangan para pengurus olahraga di tingkat daerah. Kejurnas di ibu kota ini sengaja dirancang sebagai cetak biru sekaligus stimulus agar dinamika serupa diadopsi secara masif di tingkat regional demi menjaring potensi lokal yang belum terjamah.

Hillary menegaskan, kebangkitan tinju Indonesia tidak bisa bertumpu pada kerja tunggal di Jakarta, melainkan membutuhkan kerja kolaboratif yang linier antara federasi, pemerintah, dan daerah.

“Saya berharap ini dapat memberikan inspirasi bagi pengembang olahraga di tingkat daerah sehingga tetap berjuang, bekerja, dan bekerja keras untuk bisa mengembangkan tinju,” pungkasnya.(riel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan