Jelang Diterbangkan ke Tanah Suci, 1 CJH Kloter 10 Meninggal Dunia  

JCH kloter 10 dari maluku Utara meninggal dunia jelang diterbangkan ke Tanah Suci, Mekkah.

INFOSULSEL.COM,MAKASSAR– Satu orang jemaah calon haji (JCH) kloter 10 asal Maluku Utara (Malut),  Muchra Madjid Bahar meninggal dunia jelang diterbangkan ke Tanah Suci, Mekkah, Kamis (3/8/2017) sekitar pukul 11.55 WITA malam tadi.

Dokter menyebutkan kemungkinan penyebab  meninggalnya pensiunan TNI ini karena serangan jantung.  Almarhum sebelumnya punya riwayat hipertensi.  Jenazahnya disemayamkan di Poliklinik Almarhamah Asrama Haji Sudiang, Makassar.

Menurut Kakanwil Kementerian Agama Malut,  Rusli Libahongi, jenasah CJH dengan Nomor urut 447 pra manifest  di kloter 10,  rombongan 10 regu 40 dengan nomor paspor B.6553540 Jumat pagi hari ini sekitar pukul 08.30 WITA langsung diterbangkan ke kampung halamannya untuk dimakamkan oleh pihak keluarganya.

Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kakanwil Kemenag) Sulawesi Selatan H. Abd. Wahid Thahir didampingi Ka.Kanwil Kemenag Malut, Kabid PHU H. Kaswad Sartono menyaksikan proses persemayaman jenazah oleh Tim Kesehatan Asrama Haji Sudiang.

Humas Kemenag Sulsel Mawardy Siradj kepada INFOSULSEL.COM Jumat (4/8/2017) pagi menyampaikan, kloter 10 yang berasal dari Malut diterbangkan ke Madinah  Jumat pagi hari ini sekitar pukul 10.00 WITA dengan menggunakan Pesawat Garuda dengan nomor flight 1105. JCH ini menempati Wisma 16 kamar 8c.

Muchra Madjid meninggal dunia dalam kondisi tertidur disaksikan anak kandungnya, Warni Madjid. Wanita berusia 50 tahun ini baru mengetahui ayahnya meninggal saat hendak membangunkan untuk shalat. Namun beberapa kali dibangunkan ayahnya tak juga menyahut.

‘’Karena tak ada jawaban, saya langsung memanggil dokter dan tim kesehatan kloter. Saat diperiksa ternyata Bapak sudah meninggal,” kata Warni warga Jalan Pala,  Pasar Lama,  kota Ambon ini, sambil terisak.

Penyebab meninggalnya CJH berusia 76 tahun asal Harmahera Timur ini karena serangan jantung. ‘’Kebetulan almarhum juga punya riwayat tekanan darah tinggi,” jelas Dr. Ali Akbar Taslim, dokter yang menyertai kloter 10 dari Maluku Utara.

Keluarga besar di Ambon dan Malut sudah mengikhlaskan kepergian almarhum. “Ini sudah kehendak Allah SWT,”  kata Warni terbata-bata sambil sesekali menerima telpon dari keluarganya di Ambon.

“Insya Allah Almarhum meninggal dalam kondisi Khusnul khatimah. Mari kita semua berharap dan mendoakan Almarhum diberikan tempat terbaik oleh Allah SWT di sisinya,” harap Kakanwil Agama Sulsel.

Penulis : Ril

 

Pos terkait