INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo menegaskan kegagalan kontingan Sulsel meraih target di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) XIV 2017 di Jawa Tengah harus dievaluasi.
‘’Ini perlu dievaluasi secara keseluruhan. Apakah terlalu pendek persiapan atau seperti apa. Kegagalan itu harus kita terima dengan jiwa besar, “ kata Syahrul usai membuka Musprov XIV KONI Sulsel di Hotel Gammara, Jumat (22/9/2017) sore.
Tapi, meski gagal meraih target namun perjuangan para pelajar ini tetap mendapat apresiasi dari Herry Sumiharto. Ketua Kontingen Sulsel itu mengaku seharusnya Sulsel mendapat lebih banyak medali. “Sayangnya, faktor non teknik jadi kendala utama. Karena itulah kami tetap menghargai semangat dan motivasi para atlet. Mereka sudah berjuang. Tapi, hasilnya seperti itu,” keluh Herry Sumiharto, pada jumpa media di Makassar, Jumat (22/9).
Di Pekan Olahraga Pelajar (POPNAS) kali ini Sulsel hanya meraih 4 emas, 10 Perak dan 15 Perunggu. Empat medali emas tersebut diperoleh dari angkat besi, atletik, karate dan takraw.
“Secara medali kita memang gagal meraih target. Tapi, peringkat Sulsel di POPNAS kali ini lebih baik. Naik satu strip dari POPNAS lalu dimana Sulsel di peringkat 13,” jelas Herry.
Selain faktor non teknis, Herry mengakui prestasi yang diperlihatkan kontingen daerah lain juga jauh lebih baik. “Sarana, waktu persiapan dan stakeholder yang terkait menyatu dalam pembinaan atlet mereka,” katanya.
Herry berharap prestasi Sulsel di pesta olahraga pelajar dua tahunan ini kedepannya bakal lebih baik. “POPNAS ibarat PON mini. Dari ajang inilah kita bisa berhitung peluang Sulsel di level senior,” tutur Herry yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel ini.
Hery mengakui ada sejumlah cabor yang meleset dari target. Sepakbola, misalnya. Targetnya emas. Minimal perak. Namun baru di babak penyisihan cabor andalan ini sudah gugur. Begitu juga dengan tinju. Cabor andalan Sulsel ini gagal meraih emas. Namun target dua perak dan dua perunggu, mampu dicapai.
Silat pun demikian. Target 1 emas juga gagal diraih. Begitu juga dengan karate. Target tiga emas, namun hanya satu emas yang mampu dibawa pulang.
Penulis : Aril





