INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Bakal calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid dipastikan tak hadiri pemaparan visi misi kandidat calon Gubernur Sulsel yang digelar pada forum simposium di Hotel Four Point By Sheraton Makassar, Rabu (26/9) besok.
Hal ini disampaikan juru bicara NH-Aziz, Risman Pasigai. Ia mengatakan sejak awal ketua harian DPP partai Golkar itu berencana akan hadir. Hanya saja ada agenda partai Golkar di Jakarta yang bersamaan dengan kegiatan tersebut. Sehingga NH harus batal menghadiri pemaparan visi misi bersama tim pakar itu.
“Calon Gubernur Sulsel Bapak Nurdin Halid yang rencana awalnya akan hadir karena undangan dalam acara simposium Partai demokrat Sulsel dengan sangat menyesal dan menyampaikan permohonan maaf tidak bisa mengikuti acara tersebut di karenakan kepadatan agenda kegiatan beliau di Jakarta sebagai Ketua Harian DPP Partai Golkar,” ujar Risman.
Olehnya itu, NH kata Risman menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kader partai demokrat se Sulsel karena tak bisa hadir secara langsung acara tersebut. Padahal acara itu, kata Dia sangat baik karena bisa merawat pertumbuhan demokrasi politik yang sehat jelang kontestasi Pilgub.
“Beliau harus ada di Jakarta untuk memimpin rapat penting di DPP Partai Golkar pada tanggal 27 – 28 September 2017,” ujar Risman.
Sementara ketua Bappilu Demokrat Sulsel, Selle KS. Dalle mengaku pihaknya juga telah menerima surat pemberitahuan NH tak bisa menghadiri simposium. Karena ada kegentingan yang memaksa. Sehingga pihaknya akan mempertimbangkan hal tersebut.
“Ada surat beliau yang masuk, alasannya ada kegentingan yang memaksa, karena posisi beliau sebagai ketua Harian Golkar, sehingga kami memaklumi itu,” ujar Selle.
Surat tersebut rencananya akan disampaikan di forum simposium agar diketahui oleh semua kader dan peserta kandidat, alasan ketidakhadiran ketua Golkar Sulsel itu.
“Soal nama beliau akan dikirim ke DPP. Kita akan pertimbangkan dan dibicarakan bersama semua tim deks Pilkada sebelum di kirim ke DPP,” jelas Legislator DPRD Sulsel ini.
Penulis: Wawan
Editor: Anwar





