Pasca Deklarasi, Elektabilitas NH-Aziz Diyakini Semakin Melejit

Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus.

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Dinilai sukses menggelar deklarasi, elektabilitas pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Nurdin Halid-Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) di Lapangan Karebosi, Makassar, Jumat (17/11/2017) diyakini akan berpengaruh positif pada elektabilitasnya.

“Bukan hanya karena acara tersebut berlangsung megah dan meriah, tapi juga keberhasilan menghadirkan sederet tokoh yang berpotensi menjadi vote getter alias pengumpul suara,” kata Direktur Nurani Strategic, Nurmal Idrus, Minggu (19/11/2017).

Bacaan Lainnya

Saat deklarasi NH-Aziz tidak hanya diramaikan ratusan tokoh maupun elite politik nasional. Kegiatan tersebut turut dihadiri Tanribali Lamo dan Burhanuddin Andi yang sebelumnya sempat menyatakan ikut bertarung pada Pilgub Sulsel 2018.

Kehadiran kedua figur ini dinilai Nurman merupakan pesan tegas dan nyata bagi para pasangan kandidat lain terkait keunggulan NH-Aziz dari aspek komunikasi politik.

“Kehadiran Tanribali Lamo dan Burhanuddin Andi pada deklarasi tersebut merupakan hal positif bagi NH-Aziz. Itu bisa membuat potensi pertambahan dukungan bagi pasangan ini. Apalagi  keduanya memiliki basis massa yang kuat. Dari deklarasi itu, bisa kita lihat juga keunggulan NH-Aziz dalam hal komunikasi politik dibandingkan rival-rivalnya,” papar Nurmal.

Mantan jurnalis sebuah koran harian di kota Makasar ini  menyebut deklarasi NH-Aziz benar-benar menunjukkan kekuatan pasangan tersebut.

“NH mampu merangkul mantan rivalnya dalam barisan pemenangan. NH-Aziz juga berhasil meraih dukungan sederet tokoh berpengaruh di Sulsel. Mulai dari mantan Gubernur Sulsel, Amin Syam hingga pendiri Bosowa Group, Aksa Mahmud, ‘’ ujarnya.

Sebelumnya, Nurmal juga memuji terstrukturnya manajemen pasangan NH-Aziz dalam menggelar deklarasi. Kemampuan menghadirkan tokoh nasional dan tokoh lokal ditambah kemegahan kegiatan yang diikuti ratusan ribu relawan merupakan bukti keunggulan NH-Aziz.

“Saya lihat mereka menguasai teknik pengerahan massa yang sangat berguna untuk mobilisasi pemilih. Ini saya pikir test case untuk memobiisasi pemilih ke TPS karena massanya berasal dari semua daerah,” puji Nurmal.

Di sisi lain Nurmal juha melihat kecerdasan NH-Aziz memilih waktu pelaksanaan acara di malam hari. “Jujur saya berpikir ini sangat berisiko. Karena gampang disabotase. Di sisi lain, saya berpikir akan sulit mengerahkan massa. Tapi kenyataanya, justru acaranya menjadi meriah. Penataan panggung juga terlihat megah di malam hari dengan pencahayaan yang ditata dengan apik. Dari sisi tingkat kehadiran para simpatisan, juga bisa diukur bagaimana kemampuan pengerahan massa yang sulit dilakukan jika malam hari namun mampu dimenghadirkan massa yang begitu banyak,” ulas Nurmal.

Nurmal menilai, kekuatan NH-Aziz  memang terletak pada infrastruktur politik. Kalau semua itu bisa disinergikan dengan baik, maka pasangan ini bisa memenangi Pilgub Sulsel.

‘’Apalagi pasangan ini didukung oleh paling banyak parpol. Mulai dari Golkar, NasDem, Hanura, PKB, PKPI dan PPP kubu Djan Faridz. Satu hal yang harus diingat para kepala daerah maupun Ketua DPRD lingkup Sulsel kebanyakan masuk dalam koalisi NH-Aziz,” katanya.

 

Penulis : Aril

Pos terkait