Djusman AR : Abraham Samad untuk Indonesia

Djusman AR.

INFOSULSEL. COM, MAKASSAR — Budaya korupsi di kalangan pejabat di Indonesia masih terus berlangsung.  Ini yang membuat masyarakat di negeri ini resah. Karena itu dibutuhkan sosok pemimpin yang berani melakukan revolusi. Sosok yang dipilih adalah Abraham Samad.

Bak gayung tersambut.  Keinginan jutaan masyarakat Indonesia yang menghendaki pemimpin yang bersih dan berani itu direspon mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2011-2015 itu. Deklarasi sebagai calon presiden yang mengusung Abraham Samad sebagai calon Presiden RI di pemilu 2019 pun dilakukan. Semua  atas inisiatif masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Termasuk di tanah kelahirannya, Makassar.

Bacaan Lainnya
Abraham Samad saat menghadiri undangan masyarakat Sulsel pada deklarasi dirinya sebagai Calon Presiden RI pada Pemilu 2019 mendatang.

Panglima  Pejuang AS for Indonesia,  Djusman AR menegaskan sosok Abraham memang pantas menjadi pemimpin.

“Tidak salah jika masyarakat Indonesia meminta dan memilih Abraham menjadi pemimpin bangsa ini.  Selain bersih,  dia juga dikenal berani dan berintegritas. Karena keberaniannya memberantas korupsi,  bangsa-bangsa di Asian pun mengakuinya” kata Djusman.

Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL)  NGO Sulawesi ini menegaskan pada hakikatnya Abraham adalah seorang pejuang. ”Karena itulah kami memberi gelari Panglima Anti Korupsi Indonesia,” tegasnya.

Keberanian Abraham bak pelaut ulung yang tak gentar diterpa ombak dan badai di tengah. Komitmenya dalam memerangi korupsi tak perlu diragukan lagi.  Itu ia lakukan menjadi koordinator ACC Sulawesi.

“Dan itu sudah teruji  saat memimpin KPK meski ia harus menghadapi kriminalisasi oleh orang-orang yang tidak suka dengan ketegasan Abraham yang anti  korupsi,” papar Djusman.

Menurutnya,  jawaban dari kriminalisasi itu sebenarnya sederhana yaitu Abraham tetap dengan komitmennya.

“Abraham tidak gentar. Ini menjadi nilai. Kalau untuk kepentingan rakyat Indonesia, dia tetap pada komitmennya, dan siap menghadapi apapun risikonya,” ungkap Djusman.

Aktivis penggiat anti korupsi ini mencontohkan aktivis lokal saja  jika mengungkap kasus korupsi pasti akan diperhadapkan dengan teror, bujuk rayu jebakan-jebakan.

“Mari kita berlogika, kalau aktivis lokal saja saat mengyungkap sebuah kasus korupsi, pasti ada yang mengiming-imingi macam-macam,  bahkan teror. Lalu bagaimana dengan tokoh sekelas Abraham.  Tapi semua  bujuk rayu tidak membuatnya terbuai. Tidak hanyut dengan lobi-lobi. Bahkan teror pun dia hadapi, ” tegas Djusman.

Itulah Pak Abraham yang tidak akan pernah mau menggadaikan ideloginya, apalagi hakikat pejuang itu tidak jauh dari pengorbanan. Karena itu dia tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi di negara-negara Asian.

Abraham bak pelaut ulung yang  tidak gentar meski menghadapi ombak dan badai di tengah lautan. Berbagai rintangan sudah ia lalui.

“Tapi dia tidak pernah gentar menghadapi apapun demi sebuah kebenaran. Tak ada pelaut ulung yang lahir dari laut yang tak berombak,” ujar Djusman.

Ketika bicara komitmen anti korupsi, bisa direviuw bagaimana ketika ia menjadi koordinator ACC Sulawesi. Dan itu kembali ia buktikan ketika menjadi Ketua KPK periode 2011-2015.  Abraham sampai dikriminalisasi oleh para koruptor.

”Tapi sesungguhnya jawabnya, sederhana, Abraham tetap pada komitmennya. Tidak akan gentar walau dikriminalisasi. Ini menjadi nilai. Kalau untuk kepentingan rakyat Indonesia, dia tetap pada komitmennya. Tidak gentar apalagi lari dari kenyataan. Itulah Abraham, yang tidak akan pernah menggadaikan ideloginya demi kepentingan bangsa dan negara,” tegas Djusman.

Keberanian Abraham bisa dilihat saat menjabat Ketua KPK. Ia tak memandang bulu.

”Yang namanya calon Kapolri, menteri, ketua MK bahkan jendral sekalipun dipenjarakan.  Nah, sosok pemimpin seperti inilah yang kita rindukan. Tegas, tanpa pandang bulu dalam menegakan hukum,” ujarnya.

 

Penulis : Asri Syahril

 

Pos terkait