INFOSULSEL.COM,MAKASSAR — Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad mengaku sudah didekati hampir semua partai-partai politik besar di Indonesia yang meminta dirinya maju sebagai presiden 2019-2014.
‘’Komunikasi politik dengan hampir semua parpol tengah berjalan. Mereka meminta saya maju sebagai calon presiden 2019. Bahkan ada yang menawari saya menjadi kader parpol,’’ ungkap Abraham Samad saat hadir di acara deklarasi pencalonan dirinya menjadi calon presiden 2019 di Anjungan Pantai Losari, Makassar, Senin (7/5/2018) sore.
Acara deklarasi ini dihadiri sekitar 1000-an massa dari berbagai elemen masyarakat. Ia menjelaskan selama mengunjungi sejumlah kota-kota di Indoensia dan keliling kampus masyarakat banyak yang memberi dukungan kepadanya.

‘’Sebelum menyatakan diri maju sebagai capres, saya sudah melakukan perenungan panjang, diskusi dengan sahabat, hingga meminta restu kepada keluarga. Ternyata, semuanya menghendaki saya maju di Pilres 2019 nanti,” ujarnya.
Ia mengaku intens melakukan komunikasi politik dengan parpol yang akan menjadi kendaraan politiknya nanti di pencapresan.
“Komunikasi dengan parpol-parpol terus intens kami lakukan. Tidak hanya satu atau dua parpol. Semua parpol,” katanya tanpa mau mewnyebuyt parpol dimaksud.

Politik, kata Abraham, sangat dinamis. Bisa berubah kapan saja. Sebagai tokoh yang bukan berlatar belakang politisi Abraham mengaku jalan seperti air.
‘’Saya ini bukan politisi. Juga bukan orang berduit. Saya tidak mau terjebak dengan bujuk rayu parpol-parpol tertentu. Yang pasti semua masih sebatas komunikasi dan semua masih kabur,” kata dia.
Menurutnya ini adalah amanah rakyat yang harus ia jalankan. Karena itu ia bertekad akan mewakafkan dirinya untuk bangsa dan negara ini. “Tekad saya, memperjuangkan rakyat kecil yang selama ini masih tertindas oleh prilaku para koruptor di negeri ini,” tegas aktivis berlatar belakang lowyer ini.
Abraham mengaku tidak sependapat jika di Pemilu 2019 nanti hanya ada dua atau tiga capres yang akan maju di Pemilu 2019 nanti. ‘’Jumlah penduduk Indonesia hampir 300 juta. Kasian bangsa ini kalau hanya dua atau tiga capres. Harus lebih banyak agar banyak pilihan,” katanya,
Abraham menyebut setelah berkeliling Indonesia dan mendengar langsung keluh kesah dari masyarakat. Mereka semua bangga menjadi orang Indonesia dengan kekayaan alam yang melimpah.
‘’Tetapi kasian bagsa kita, kita hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Belum lagi uang rakyat yang banyak dikorupsi. Itulah yang memantapkan saya untuk mewakafkan diri,” terangnya.
Panglima Pejuang AS yang juga Koordinator Forum Komunikasi Lintas (FoKaL) Sulawesi Djusman AR mengatakan Makassar menjadi kota deklarasi setelah Palembang (Sumatera Selatan), Padang (Sumatera Barat). Rencananya deklarasi akan dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia. Terakhir deklarasi akbar akan digelar di Jakarta.
Setelah di Makassar, deklarasi yang sama juga akan digelar di Gorontalo, Selasa (8/5/2018) hari ini. Hanya saja deklarasi di Gorontalo kemungkinan tidak dihadiri oleh Abraham Samad. Sebab ada agenda lain yang sudah direncanakan jauh hari sebelumnya.
“Deklarasi ini adalah murni dorongan teman-teman dan masyarakat untuk menyikapi persoalan bangsa hingga akhirnya kami memilih Pak Abraham. Terus terang ini inisiatif kami, sebab Pak Abraham awalnya tidak mengetahui ada deklarasi seperti ini. Begitu juga di daerah-daerah lain,” ujarnya.
Menurut Djusman, Abraham dipilih karena dikenal sebagai sosok yang getol memberantas serta memerangi perilaku korupsi di Indonesia.
“Kalau sosok AS bukan hanya tokoh nasional tapi sudah menjadi tokoh di ASEAN. Ada beberapa negara di Asia telah memberikan penghargaan termasuk membuatkan patung Abraham karena dinilai sebagai tokoh penegak hukum serta keadilan,” ujar Djusman.
Penulis : Asri Syahril





