INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Rencana Pemprov Sulsel untuk menggelar rapat koordinasi bersama DPRD Sulsel dan Tim Transisi Prof Andalan di atas kapal milik PT Pelni akhirnya dibatalkan.
Pembantalan Rakor ini lantaran waktu yang tak memungkinkan. Selain itu Pemprov tengah fokus menyusun APBD perubahan 2018 dan RAPBD 2019.
Demikian disampaikan Pj Gubernur Sulsel Soni Sumarsono. “Enggak jadi, waktunya tidak memungkinkan,” terang Sumarsono, Jumat (31/8/2018).
Dijelaskan, ide awalnya rapat ini sebenarnya dari perdebatan segitiga antara Pemprov, DPRD dan tim transisi yang alot dan butuh beberapa kali pertemuan. Menurutnya rakor di atas kapal lebih praktis dan efesien. Dibangdingkan dengan rapat di kota yang bisa sampai 16 kali pertemuan untuk menyelesaikan persoalan.
“Dulu di Jakarta saya pernah rapat di atas gerbong kereta api, kalau di Sulsel mungkin bisa di atas kapal dari Makassar ke Bali atau Surabaya. Bisa sampai 300 orang ikut,” kata Sumarsono.
Kendati demikian lanjutnya, meski rakor di atas kapal sudah dibatalkan, hingga saat ini Pemprov, DPRD dan Tim Transisi masih terus melakukan rapat. Bahkan menurut Sumarsono, pertemuan ketiganya sudah dilakukan sampai 16 pertemuan.
“Perencanaan tetap di Bapeda, pembahasan tetap di DPRD, konsultasi bisa di mana saja tidak ada masalah. Cuma kalau bisa disatukan sebenarnya lebih bagus,” ujarnya.
Seperti diketahui ide untuk menggelar rapat koordinasi di atas kapal milik PT Pelni diungkapkan oleh Sumarsono saat menerima Direktur Utama PT Pelni, Insan Purwarisya, bulan Juli lalu. (*)
Penulis: Mirsan
Editor: Yudhi





