INFOSULSEL.COM, MAKASSAR–Pemerintah Sulsel membangun kerjasama dengan Univeristas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dalam menyukseskan program ketahanan pangan khususnya di bidang pertanian. Kerjasama ini mulai dari proses pemilihan bibit, pendampingan kepada para petani, pengolahan produk pasca panen hingga pemasaran baik dalam negeri maupun ekspor.
Hal ini terungkap dalam pertemuan antara Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dengan Rektor Unismuh Makassar Abd. Rahman Rahim, di ruang kerja Wagub, pada Selasa (25/9/2018).
Dikesempatan itu Abd. Rahman Rahim mengatakan, Unismuh Makassar mengharapkan dukungan Pemprov Sulsel agar semua program dapat berjalan dengan baik termasuk sinergi antara pemerintah dan peerguruan tinggi yang diharapkan terjalin lebih baik lagi dan bermuara pada kesejahteraan rakyat.
“Kelebihannya kita karena pendidikan tinggi, disitu ada riset, disitu ada pengabdian masyarakat. Dan yang terpenting bagaimana masyarakat bisa sejahtera melalui kerjasama antara Pemprov dengan perguruan tinggi, dan Unismuh mengambil peran di sini”, Kata Abd Rahman Rahim.
Lebih lanjut, saat ini yang dikembangkan Unismuh adalah budidaya Jagung. Bahkan program ini telah disinergikan dengan Kementerian Pertanian dan memperoleh hibah sebanyak 20 ribu bibit jagung. Nantinya bibit ini akan disebar kepada masyarakat di Sulsel.
“Ini yang akan kita sebar ke masyarakat. Insya Allah nanti masyarakat akan mudah dalam memperoleh bibit. Selanjutnya Unismuh melakukan pendampingan agar kualitas produk lebih bagus,” jelasnya.
“Unismuh juga ambil peran untuk pengolahan pasca panen hingga pada pemasarannya,” lanjutnya.
Sementara, Andi Sudirman Sulaiman merespon positif program ketahanan pangan khususnya budidaya jagung yang dikembangkan Unismuh. Pemprov bahkan akan membantu hingga pada tahap pemasaran dan ekspor sehingga akan lebih memudahkan petani. Termasuk memastikan maksimalnya sistem irigasi yang menunjang pertanian.
“Ini ada program saudara saudara kita yang di Muhammadiyah. Kami akan program agar sistem irigasi kita lebih perhatian kesana. Kita akan berkoodinasi bagaimana penerapannya,” terangnya.
Rencananya, 20 ribu bibit gratis akan disebar kepada kelompok tani yang terdapat di lima daerah di Sulsel seperti Gowa, Takalar dan Jeneponto. Penyerahan bibit secara simbolis dijadwalkan akan berlangsung 3 Oktober mendatang di Doja, Limbung Kabupaten Gowa. (*)
Penulis: Mirsan
Editor: Yudhi





