INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Majelis Permusyawaratan Wilayah Pemuda Pancasila Sulawesi Selatan (MPW-PP Sulsel) menggelar buka puasa yang dihadiri ratusan kader se Sulsel di Ombak Cafe dan Resto Jalan Ujungpandang nomor 6, Makassar Selasa (28/5/2019).

Buka puasa ini juga dihadiri ratusan kader PP dan seluruh unsur pimpinan MPW serta Ketua MPC 24 kabupaten/kota se-Sulsel. Hadir pula Wakapolda Sulsel Brigjen Pol Adnas Abbas, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Selatan, Brigjen Idris Kadir, Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo, SIK dan Kapolres Pelabuhan Makassar AKBP Aris Bachtiar, SIK.
Dalam sambutannya Ketua MPW PP Sulsel Diza Rasyid Ali menegaskan kembali komitmennya terkait penyalahgunaan narkoba.
“Kebetulan di sini ada Kepala BNNP Sulsel. Dikesempatan ini saya tegaskan tidak akan ada toleransi bagi kader PP yang terlibat narkoba. Kalau ada yang terlibat akan kami coret sebagai kader,” tegas Diza dengan mimik serius.
Diza menjelaskan di kepengurusan PP Sulsel ada 9 badan dan lembaga yang merupakan sayap organisasi. Semuanya dipimpin oleh orang-orang berkompeten dari berbagai unsur dan disiplin ilmu.

Sembilan badan dan lembaga yang merupakan sayap organisasi PP diantaranya Sapma, Srikandi, Badan Pengusaha, Bakor, Lembaga Buruh, KOTI, Badan Pelaksana kaderisasi, LPPHukum, dan terakhir lembaga yang baru yakni lembaga peningkatan olahraga dan prestasi.
“Ada yang mengatakan PP itu kumpulan para preman. Padahal sesungguhnya di PP semua profesi ada. Mulai dari pejabat sampai rakyat biasa. Semua agama yang diakui di Indonesia pun ada. Dari segi pilihan politik, juga semua kader PP bertebaran di berbagai partai politik. Kami juga tak mengenal warna kulit. Semua sama, tak ada perbedaan RAS . Karena kita semua satu. Kami berprinsip, meski tidak bersaudara tapi rasa persaudaraan kami lebih dari saudara kandung,” ujar Diza yang disambut aplous ratusan kader PP.

Organisasi masyarakat (Ormas) yang didirikan sejak 1958 ini dan terbesar di Indonesia ini menurut Diza akan selalu eksis. Itu karna Ormas ini berwarna dan menghargai perbedaan.
“Kami selalu bangga menjadi kader PP. Sebab kami lebih baik dihukum dari pada seragam kami dicopot. Karena itu kader PP sekarang tak pernah lagi mau macam-macam, sebab aturan kami jelas,” kata Diza.
Di bawah komando Diza, MPW PP Sulsel juga tidak berjalan sendiri. PP menurutnya bermitra dengan semua ormas. ‘’Termasuk FPI, Laskar Merah Putih (LMP) dan ormas lainnya. Kami selalu bergandengan tangan kapan dan di mana pun,” sebut adik kandung Reza Ali, Ketua MPW PP pertama di Sulsel.
Wakapolda Sulsel Irjen Pol Adnas Abbas mengaku bangga bisa berteman dan berada di tengah para kader PP. Bagi jendral berbintang satu ini ormas berloreng hitam orange ini sudah tidak asing di matanya.
‘’Saya bangga berada di tengah para kader PP. Meski di dalamnya berbeda warna dan pilihan tapi PP punya komitmen akan terus mengawal dan tidak ingin Pancasila diubah dengan falsafah apapun. Sebagai pikiran utama, saya berharap PP selalu berada di garda terdepan mengawal Pancasila abadi dan demi keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Brigjen Adnas.
Penulis : Asri Syahril





