INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Paldam XIV/Hasanuddin tengah merampungkan 10 buah perahu yang akan digunakan pada proses evakuasi di lokasi bencana banjir. Progresnya sudah 85 persen.
Hal tersebut dijelaskan Kepala Peralatan Daerah Militer (Kapaldam) XIV Hasanuddin, Kolonel CPL Yudha Adillah kepada INFOSULSEL.COM, Sabtu (20/7/2019).
“Untuk yang 10 unit, progresnya sudah 85 persen. Sudah ada tiga unit perahu yang telah diuji coba langsung oleh Bapak Pangdam,” jelas Kolonel Yudha.

Uji coba kemampuan ketiga perahu tersebut berlangsung di Danau Tanjung Bunga di Jalan Tanjung Metro Makassar, Selasa (16/7/2019) lalu. Uji coba itu langsung dilakukan oleh Panglima Kodam (Pangdam) XIV\Hasanuddin Mayor Jendral (Mayjen) TNI Surawahadi S.I.P, M.Si bersama sejumlah perwira Kodam XIV/Hsn.
Perahu rakit buatan Paldam XIV/Hsn ini merupakan perahu yang disiapkan untuk diterjunkan membantu korban dampak bencana banjir. Terbuat dari drum plastik dan rangka baja ringan dilengkapi mesin berkapasitas 40 PK.
Perahu rakitan ini telah lama dirancang. Bahkan telah melalui berbagai perbaikan hingga layak digunakan.
“Sesuai perintah Bapak Pangdam, perahu-perahu ini nantinya akan distribusikan ke seluruh Kodim di jajaran Kodam XIV,” kata Kolonel Yudha.
Inisiatif pembuatan perahu rakit ini didasari kondisi perahu karet yang digunakan selama ini yang rawan bocor terkena benda tajam.
“Kita desain dengan dinding yang dilapisi bordes. Kekuataanya cukup bagus. Juga dilengkapi pelampung drum yang relatif kuat,” kata Mayjen Surawahadi.
Proses pembuatan perahu rakit ini dikerjakan di Bengrah Makassar melibatkan personel Paldam XIV. Bahannya sangat sederhana dari drum bekas, pipa serta deck baja ringan yang tahan benturan.
“Perahu rakit ini tidak mudah robek dan tahan benturan. Berbeda dengan perahu karet yang rawan terhadap paku atau potongan besi pagar rumah,” tambah Mayjen Surawahadi.
Perahu rakit ini mampu menampung 15 orang. Dirancang agar bisa mengevakuasi sampai ke lorong-lorong sempit di kawasan pemukiman padat penduduk dan dapat menggunakan OBM (Out boat motor). Bisa juga dioperasionalkan secara manual menggunakan dayung atau dipasang mesin tempel.
“Keunggulan lainnya selain tahan benda tajam, berbahan kuat anti karat dan anti tenggelam. Perahu ini juga sangat
stabil dan tidak mudah terbalik. Selain itu mudah dalam pengakutan dan menggunakan sistem knockdown,” urai Pangdam Surawahadi.
Perahu tersebut, timpal Kolonel Yudha, juga free maintenance dan tidak membutuhkan pemeliharaan khusus.
“Juga awet dan long life atau usia pakai panjang,” katanya.
Inovasi dan kreasi Paldam XIV Hasanuddin ini menjadi motivasi dan semangat untuk terus berbuat dalam rangka melaksanakan misi kemanusiaan, membantu rakyat yang tertimpa musibah bencana banjir.(Asriel)





