INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Founder F8, Mohammad Ramdhan Pomanto menegaskan penyelenggaraan Event Eight Festival (F8) bebas dari unsur politik.
Hal itu ditegaskan mantan Walikota periode 2014-2019 ini pada sesi jumpa media di kediamannya Jl. Amirullah Selasa (8/9/2019).
“Katanya kalau ada saya, itu politik. Ih, mati mi ja. Ini kan persoalan industri kreatif. Coba lihat, ada tidak unsur politik? Justru saya yang melarang ada politik di F8, karena F8 itu ajang kreatifitas,” ujar Danny.
‘’Tidak boleh jadi ajang politik. Saya yang jaga itu barang. Cuma kalau ada orang yang suka sama F8 karena saya, jangan ada yang marah, begitu memang hukum alam. Bikin tong ko,” katanya dengan dialeg Makassar.
Penggagas F8 ini menegaskan, imbauan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang melarang guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk mengkoordinir murid-muridnya terlibat di F8, terlalu berlebihan.
Menurut ayah tiga putri ini, F8 itu sesungguhnya milik masyarakat kota Makassar.
“Soal imbauan itu, terserah dia (Pemkot). Kalau pakai seragam, ya terserah dia. Tetapi kalau pakai pakaian biasa, kan kita tidak bisa melarang,” ujar Danny.
F8 tahun ini akan digelar selama tiga hari, 11 sampai 13 Oktober 2019. Lokasinya di Center Point Of Indonesia (CPI). Danny menargetkan 1 juta pengunjung. Sementara target pendapatan Rp 8 milliar.
“Seandainya lima hari, kita berani target 2 juta. Tapi ini tiga hari, ya 1 juta lah. Kalau pendapatan, dulu waktu kita gelar tiga hari, pemasukan sekitar 8 milliar. Kalau tahun lalu Rp 21 milliar,” sebut Danny.
(Andi/Riel)





