INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan mengadakan dialog terbuka bersama pegiat demokrasi dan wartawan di Hotel Dalton, Jalan Pelita Raya, Makassar, Kamis (21/11/2019).
Kegiatan ini diakui sengaja digelar sebagai bentuk partisipasi pegiat demokrasi dan wartawan dalam mengevaluasi kerja pengawasan Bawaslu Sulsel.
Tak tanggung-tanggung, Bawaslu Sulsel sendiri menghadirkan 3 kordinatornya yakni Kordinator divisi penyelesaian sengketa, Asriadi, Kordinator Pengawasan, Amarayadi, Koordinator divisi Hukum dan data Dr Adnan.
Komisioner Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad mengatakan, kegiatan ini digelar untuk mengetahui persepsi publik terhadap kinerja Bawaslu pada Pilkada serentak 2019 kemarin. Berikut mencari solusi bersama untuk menghadapi pilkada 2020 kedepan.
“Terkait dengan evaluasi hari ini, kita ingin ngevaluasi baik terkait regulasi maupun terkait sumber daya manusia khususnya yang berkaitan dengan tugas-tugas pengawasan,” bebernya.
Saiful mengaku Bawaslu Sulsel sendiri telah mencatatkan 41 sengketa pemilu yang telah selesai dalam tingkatan peradilan, termasuk didalamnya yang akhirnya masuk keranah pidana.
“Itu jumlah terbesar se Indonesia dan kita di Sulsel mencatatkan itu,” ungkapnya.
Tak hanya itu, Saiful memang tak menampik persoalan 15 camat, hanya saja kata dia, karena berhubungan dengan ketidak netralan ASN maka kasus tersebut kini diserahkan pada Komisi Aparatur Sipil.
“Kasus 15 camat itu termasuk salah satu bentuk keterlibatan ASN, makanya kita teruskan ke Komisi ASN, karena tidak masuk dalam pelanggaran kampanye,” pungkasnya.
Diketahui dalam kegiatan ini turut hadir Wakil Kepala Badan Pekerja, Anti Corruption Committe, Abdul Kadir Wokanubun, Komisoner KPU Sulsel, Ana Rusli serta sejumlah pegiat demokrasi lainnya. (Dir)





