Supratman : Indikator Intensif RT-RW Harus Jelas

Ketua Komis A DPRD Makassar Supratman (kanan) bersama Fasruddin Rusli legislator PPP.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar, Andi Supratman menegaskan, penetapan intensif Kepala RT-RW se-kota Makassar menuai polimik. Alasannya, sembilan indikator penilaian bagi RT-RW untuk mendapatkan insentif, masih rancu.

Ia mencontohkan saat Danny Pomanto menjadi Walikota Makassar, tertuang dalam visi misinya bahwa ketika PAD capai 1 triliun, maka secara otomatis insentif akan dinaikkan menjadi 1 juta, tanpa kriteria.

”Sekarang terjadi polemik di masyarakat terkait kriteria 9 indikator,” ungkap Supra sapaannya.

Menurutnya, penetapan penggajian yang selama ini mengacu 9 indikator dinial tidak transparansi. Hal itu terjadi menurut Supra karena indikatornya tidak jelas.

“Kita tidak tahu bagaimana penilaiannya. Apakah dari sembilan indikator itu ketika terlaksana hanya 1 indikator maka seorang RT atau RW hanya mendapatkan Rp 100 ribu atau bagaimana,” sambat politisi Nasdem itu.

Karena ketidakjelasan tersebut yang berbuntut menjadi polemik Supra mengaku akan  mengusulkan sembilan indikator harus diperjelas melalui Peraturan Walikota (Perwali).

“Kalau saya, insentif itu ditetapkan saja nilainya. Apakah Rp 1 juta, Rp 750 ribu atau Rp 500 ribu. Dengan catatan, indikator itu tetap jadikan kewajiban. Minimal harus ada laporan. Bagi RT-RW yang tidak melaporkan kegiatan setiap bulan saya mengusulkan insentifnya dipending,” tegas Supra.

Kenaikan insentif RT-RW senilai Rp 1 juta dimulai tahun 2017.  Saat itu, Walikota Makassar dijabat oleh Mohammad Ramdhan Pomanto . (andi/riel)

Pos terkait