Gubernur NA Tidak Hadir, RDP Komisi E DPRD Sulsel tak Membuahkan Hasil

  • Whatsapp
Komis E DPRD Sulsel menggelar RDP terkait perebutan Stadion Mattoangin antara YOSS dan Pemprov Sulsel.

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR —– Perebutan Stadion Mattoangin antara Yayasan Olahraga Sulawesi Selatan (YOSS) dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) makin memanas. Kedua pihak sama-sama merasa berhak atas asset eks PON IV 1957 itu.

Demi mendapatkan kejelasan Komisi E DPRD Sulawesi Selatan berencana akan mengundang Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah. Mantan Bupati Bantaeng dua periode  itu akan dimintai penjelasan terkait polemik pengelolaan Stadion Mattoangin.

Bacaan Lainnya

Upaya ini sekaligus untuk memediasi pertemuan antara Gubernur dengan YOSS, yang menolak hak pengelolaannya di stadion dicabut.

Upaya ini dilakukan Komisi E DPRD Sulsel karena pada rapat dengar pendapat yang berlangsung Kamis (16/1/2020) berakhir tanpa hasil.

Semua pihak sepakat menunggu penjelasan gubernur. Pada rapat itu, YOSS diwakili ketua Yayasan Andi Karim Beso dan Ketua Dewan Pembina Andi Ilhamsyah Mattalatta. Sedangkan Pemprov menghadirkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Andi Arwin Azis, dan sejumlah pejabat lain.

‘’Kita tunggu pak Gub, kita ketemu langsung. Mudah-mudahan besok ada waktunya. Kita kasi ketemu dengan Ketua YOSS,” kata Ketua Komisi E DPRD Sulsel Rusdin Tabi.

Sembari menunggu pertemuan  kedua pihak, DPRD Sulsel meminta kedua pihak menahan diri. Untuk sementara, diimbau agar tidak ada kegiatan apa pun di lokasi Stadion Mattoangin.

Sehari sebelumnya, Rabu (15/1/2020), Pemprov Sulsel sempat berupaya melakukan penertiban aset di kawasan stadion. Upaya ini berakhir ricuh. Petugas Satpol PP malah dihadang dengan batu, petasan, busur bahkan bom molotov. Sejumlah petugas dikabarkan terluka.

Oleh karena itu untuk menghindari hal tersebut terulang Rusdin berharap untuk sementara tidak ada aktivitas di dalam Stadion Mattoangin.

“Kalau bisa cooling down dulu. Istilahnya gencatan senjata. Mulai saat ini tidak ada kegiatan lagi di lokasi, sampai pak Gub datang ke sini dan bertemu dengan YOSS,” ucap Rusdin.

Anggota Komisi E Irfan AB juga sepakat rapat ditunda hingga Gubernur Nurdin Abdullah hadir. Rapat tak cukup jika hanya dihadiri pejabat pemerintah. Sebab keputusan akhir soal aset stadion tetap ada di tangan gubernur.(riel)

Pos terkait