INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Makassar, Syamsu Rizal menyatakan tengah fokus menyusun program kerja skala prioritas yakni program donor dengan merambah dari rumah-rumah.
”Aksi donor beberapa tahun terakhir sudah kita mulai di rumah ibadah. Sekarang kita sasar perumahan,” jelas Deng Ical saaanya yang kembali dilantik untuk periode keduanya Sabtu (30/1/2020) lalu.
Deng Ical mengaku akan melakukan perbaikan tata pengelolaan penyimpanan stok darah. Menurutnya meski stok darah masih relatif aman, namun pihaknya mengaku terkendala dengan kapasitas penyimpanan.
“Stok darah di PMI Kota Makassar masih aman. Bahkan surplus. Namun kendalanya juga pada kapasitas alat yang terkadang tidak dapat menampung stok darah yang begitu banyak,” terang mantan wakil walikota Makassar ini. Ia menyebutkan, terdapat sekitar 1.600 bungkus stok darah di PMI Kota Makassar.
“Kebutuhan 1 hari bisa sampai 150-200 bungkus. Jadi bisa cukup sampai 10 hari. Standar nasional itu 4 hari, standar WHO cuma 2 hari. Tapi PMI Kota Makassar bisa untuk 10 hari. Tetapi ini tidak bisa dijadikan patokan, karena setiap golongan darah berbeda. Biasanya ada kejadian seperti epidemi, kecelakaan kosong untuk stok golongan darah tertentu,” bebernya.
Selain itu, Ical menegaskan, dengan jumlah kantong darah yang surplus, juga menjadi tantangan bagi PMI Kota Makassar.
“Freezernya kita hanya muat untuk 1.000 kantong. Jadi kalau kita punya 1600 stok darah, bukan menurun kualitasnya, tapi jangka kadaluwarsanya lebih cepat karena tingkat suhunya tidak seimbang. Itu salah satu yang kita atur sekarang,” tukas Ical.
Terakhir, ia menambahkan, ada beberapa masjid di kompleks-kompleks tertentu yang sudah mulai rutin berdonor
“Kemarin kita sudah buat kampung donor di Kecamatan Rappocini di Kelurahan Minasaupa, yang sudah diisi teman-teman di situ dalam dua kali sepekan dan kita mau di seluruh kompleks nanti relawan Palang Merah nanti membuat hal yang sama,” pungkas Deng Ical.(andi/riel)



