INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – KNPI Sulsel menanggapi fenomena penolakan jenazah Corona Virus Disease (Covid-19) di berbagai daerah.
Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan, H Andi Muh Arham Basmin dan Ketua Satgas Covid 19 KNPI Sulsel, dr Andi Ardiatma Anwar mengaku sangat prihatin dan menyayangkan kondisi ini.
Keprihatinan mereka disampaikan lewat Juru Bicara Juru Bicara Satgas Covid 19 DPD KNPI Sulawesi Selatan Muh. Harun Alrasyid, Selasa (13/4/2020).
Harun sapaanya, mengatakaan, semua pihak tentunya berduka akibat wabah virus corona yang terjadi saat ini. Ironisnya, di tengah kondisi duka itu, masih ada sebagian orang yang melakukan penolakan terhadap pemakaman jenazah pasien covid-19.
“Jenazah itu wajib dihormati menurut syariat Islam dan tentunya agama lain pun memiliki pandangan yang serupa. Jenazah harus dimandikan dengan bersih dan suci, dikafani kemudian dikubur dengan penuh penghormatan dan penghargaan,” papar Harun.
“Justru kita harus ikut belasungkawa, menghormati jenazah, memakamkan sesuai standar penanganan covid 19 dan mendoakan yang meninggal karena wabah virus corona ini,” tambahnya.
Mantan Ketua BEM Sastra UMI ini menganggap, munculnya permasalahan di tengah masyarakat berupa penolakan ini dikarenakan masih kurangnya edukasi terkait penanganan covid 19.
“Sehingga banyak masyarakat kita yang belum paham terkait protokol penanganan jenazah akibat wabah covid 19. Sebagian masyarakat menganggap bahwa jenazah akibat covid 19 bila dimakam kan maka virus itu akan langsung menyebar padahal tidak seperti itu,” tuturnya.
Harun menegaskan, rumah sakit yang menangani jenazah akibat covid 19 pasti menggunakan standar medis dan dipastikan aman, salah satunya dengan membungkus jasad dengan plastik.
“Keluarga jenazah akibat covid 19 pun tidak perlu membukanya dan langsung dishalati dan dimakamkan dengan penuh penghormatan seperti jenazah biasa.
“Mekanisme penanganan sesuai standar keamanan medis sehingga DPD KNPI Sulsel meminta dengan penuh hormat kepada seluruh masyarakat untuk tak menolak jenazah saudara kita, terlebih petugas kesehatan yang berada di garda terdepan,” lanjut Harun.
Selain itu, Dosen Polinas Lp3i ini membeberkan, DPD KNPI Sulsel pun telah ikut berpartisipasi membantu pemerintah daerah untuk mengedukasi masyarakat, membagikan masker gratis, handsinetizer, penyemprotan disinfektan di beberapa titik.
“Tidak bahaya, karena begitu virus itu ada di tubuh jenazah, di dalam tanah itu virus langsung mati, tidak akan ke mana-mana,” tutup Harun.
red: gun





