Ingin Pastikan Protokol Kesehatan Dijalankan, Pj Walikota Keliling Masjid

Pj Walikota makassar prof Yusran Yusuf saat berada di salah satu masjid untuk memastikan protokol kesehatan dijalankan saat pelaksanaan shalat ied, Ahad (24/5/2020).(FOTO: HUMAS PEMKOT MAKASSAR)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR —– Sehari jelang Idul Fitri, Pj Walikota Makassar, Prof Yusran Jusuf berkeliling ke sejumlah masjid  yang akan menggelar shalat Id secara berjemaah.

Setiap masjid yang didatangi, Yusran melakukan pengecekan terhadap fasilitas protokol kesehatan yang disiapkan pengurus masjid. Mulai dari alat pengukur suhu, penyemprotan disinfektan, serta fasilitas cuci tangan di setiap pintu masuk.

Bacaan Lainnya

Yusran juga menekankan kepada setiap pengurus masjid yang ditemuinya agar melakukan pembersihan masjid sehari sebelum pelaksanaan shalat Id.

“Penegasan kami kepada warga untuk menunaikan Shalat Id dirumah saja. Namun untuk masjid yang tetap ingin melaksanakannya secara berjamaah, harus menerapkan protokol kesehatan sesuai Perwali yang sudah kita berlakukan hari ini,” tegas Yusran.

Ia melanjutkan, tugas Pemerintah Kota memastikan protokol kesehatan dijalankan. Kafena itu tim gugus tugas, bersama camat, lurah serta RT RW akan hadir untuk melakukan pengecekan.

”Kami juga meminta pengurus masjid yang akan menggelar Shalat Id agar tidak menggunakan karpet serta melakukan pembersihan masjid sebelum digunakan shalat Id” ujar Yusran saat memberikan penjelasan kepada sejumlah wartawan, Sabtu (23/5/2020).

Sejumlah masjid yang didatangi diantaranya  Masjid Nurul Amal di jalan Sabutung Kelurahan Tamalabba, Masjid Nurul Huda di jalan Barukang Raya Kelurahan Gusung, serta Masjid Nurul Iman di jalan Cakalang kelurahan Totaka, Kecamatan Ujung Tanah.

Dalam peninjauan tersebut, hampir seluruh masjid yang didatangi sudah menerapkan protokol kesehatan sesuai yang diatur didalam Perwali.

“Hingga hari ini ada sembilan belas masjid yang mengajukan permohonan untuk melaksanakan ibadah Shalat Id Ahad (24/5/2020). Kami sudah minta kepada gugus tugas untuk mengecek dan memastikan seluruh aturan perwali protokol kesehatan agar dijalankan, termasuk meminta kepada seluruh satgas mobil di setiap kecamatan untuk berkeliling menyampaiakan aturan-aturan di dalam perwali,” ujarnya.

Untuk diketahui, sejak pukul 00.00 WITA tadi malam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid dua di Kota Makassar dinyatakan berakhir sekaligus dimulainya pemberlakukan Perwali nomor 31 mengenai Pedoman Pelaksanaan Protokol kesehatan di Kota Makassar.

“Ada sejumlah ruang lingkup pelaksanaan Protokol Kesehatan yang diatur yakni pelaksanaan pembelajaran diinstitusi pendidikan, aktifitas bekerja di tempat kerja, kegiatan keagamaan di rumah ibadah, kegiatan di tempat atau fasilitas umum, kegiatan sosial budaya, serta pergerakan orang dan barang menggunakan sarana transportasi, serta aktifitas di pasar atau pedagang kaki lima” urai Yusran.(riel)

Pos terkait