Lanjutan Kompetisi Liga 1 Belum Jelas, Ini Saran Pentolan Suporter PSM

  • Whatsapp
Daeng Uki, Panglima Laskar Ayam Jantan salah satu kelompok suporter PSM Makassar.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR —PSSI yang belum menentukan kelanjutan kompetisi sepakbola Liga 1 dan Liga 2. Menyikapi hal ini Daeng Uki. Panglima Laskar Ayam Jantan yang merupakan kelompok suporter PSM tersebut menyarankan agar seluruh pemangku kepentingan duduk bersama untuk mengeluarkan keputusan terbaik.

“Semoga ada solusi terbaik buat semua pihak karena ini musibah bersama,” ujar Daeng Uki dalam diskusi sepak bola secara virtual, Rabu (6/5/2020) sore kemarin.

Terkait opsi kompetisi dilanjutkan tapi tanpa dihadiri oleh penonton, Daeng Uki pun tidak mempermasalahkannya.

“Suporter sejati tidak ingin melihat tim kesayangannya terus menderita. Tapi, harus ada solusi terbaik untuk membantu operasional klub. Banyak klub yang mengandalkan pemasukan dari penjualan tiket untuk menopang pendanaan klub, termasuk PSM Makassar,” tegas Daeng Uki.

Setrkait aturan kontrak pemain dan subsidi dari PSSI, khusus untuk pemain, Daeng Uki berharap bisa menerima apa pun keputusan PSSI dan memikirkan kondisi klub.

“Saya yakin tanpa kompetisi, kualitas pemain secara alami mengalami penurunan. Tapi, bukan hanya pemain dan klub yang terdampak pandemi COVID-19. Suporter dan masyarakat yang terkait dengan kompetisi juga merasakan kesulitan. Sepetri tukang pakir, pedagang asongan dan lain-lain,” papar Daeng Uki.

Daeng Uki merujuk pengalaman yang menimpanya selama penghentian kompetisi. Usaha merchandise PSM yang selama ini menopang kehidupan keluarga dan biaya mendukung klub kebanggannya pada laga kendang, ikut lumpuh.

“Penjualan merosot tajam. Mayoritas suporter juga enggan membeli karena status kompetisi juga belum jelas. Mereka tentu lebih mengutamakan kebutuhan mereka yang memang terasa sulit untuk dipenuhi saat ini,” terang pentolan suporter PSM itu.

Andai kompetisi berlanjut dalam bentuk pertandingan tanpa penonton, Daeng Uki kembali menegaskan, suporter sejati pasti menerimanya.

“Status tanpa penonton memang jadi opsi terbaik. Karena sulit mengatur suporter dalam jumlah ribuan bahkan puluhan ribu dalam satu stadion. Saat mendukung tim kesayangan tak ada lagi sekat. Apa pun hasilnya pasti ada reaksi dari suporter. Kalah atau menang tetap berpelukan atau bersalaman untuk mengekspresikan suasana hati,” terang Daeng Uki.

Itulah mengapa, Daeng Uki kembali berharap semua pihak harus menerima apa pun keputusan PSSI. Terutama pemain yang dipastikan terkena aturan pemotongan gaji.

“Semua terkena dampak. Termasuk kami dari suporter. Banyak anggota saya yang terkena PHK tanpa pesangon dari pekerjaannya. Tapi, mereka tetap cinta dan setia dengan PSM,” ujarnya.

Daeng Uki berharap PSSI bekerjama dengan stasiun televisi menayangkan ulang laga-laga Liga 1. Alasannya selain untuk mengusir kejenuhan, suporter juga sudah bosan dengan tayangan informasi COVID-19.(riel)

Pos terkait

https://infosulsel.com/wp-content/uploads/2020/03/WhatsApp-Image-2020-03-26-at-22.10.45.jpeg