UPDATE COVID-19: Makassar 2.129, Sulsel 3.797, Total Nasional 45.891

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Kasus positif Covid-19 di Sulawesi Selatan (Sulsel) terus bertambah. Hingga Ahad (21/6/2020) totalnya menjadi 3.797. Bertambah 112 kasus baru dalam 24 jam terakhir. Sementara di Kota Makassar mencapai angka 2.129 kasus tersebar di 15 kecamatan.

Kecamatan Rappocini masih penyumbang terbanyak dengan 253 kasus disusul Panakkukang 251, Tamalate 231 kasus dan Biringkanaya 225 kasus. Selanjutnya Tallo 174 kasus Manggala 155 kasus, Tamalanrea 152 kasus dan Makassar 133. Di posisi berikutnya Mariso 98, Mamajang 88 , Bontoala 80, Wajo 63, Ujungtanah 57, Ujungpandang 56, Sangkarrang 15 kasus.

Bacaan Lainnya

Penambahan kasus baru di Sulsel merupakan terbanyak kedua secara nasional. Kasus baru terbanyak tercatat di DKI Jakarta dengan 142 penambahan. Lalu di urutan ketiga terjadi di Jawa Tengah dengan 99 kasus dan di Kalimantan Selatan sebanyak 94 kasus.

Dalam 24 jam terakhir juga terjadi penambahan 38 orang yang dinyatakan sembuh. Penambahan itu membuat total pasien positif COVID-19 di Sulsel yang sembuh hingga hari ini sebanyak 1.283 orang.

Dalam periode yang sama tidak tercatat adanya penambahan kasus meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah pasien yang meninggal dunia setelah positif terinfeksi COVID-19 tetap berjumlah 138 orang.

Secara nasional, tercatat ada penambahan 862 kasus baru. Total kasus positif COVID-19  yang terjadi di Indonesia menjadi 45.891 kasus. Total pasien yang dinyatakan sembuh kini tercatat ada 18.404 orang setelah ada penambahan 521 orang.

Untuk pasien meninggal dunia, tercatat ada penambahan sebanyak 36 orang. Dengan demikian totalnya kini menjadi 2.465 kasus meninggal dunia setelah positif terinfeksi COVID-19.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto dalam konferensi persnya, Minggu (21/6) meminta kepala daerah yang merupakan kepala Gugus Tugas di daerah untuk melakukan kajian data yang teliti bersama seluruh pakar dan tokoh masyarakat untuk menentukan mana wilayah yang memungkinkan untuk melakukan kegiatan produktif kembali.

“Ini menjadi suatu yang penting. Basisnya adalah data yang diikuti hari demi hari. Panduan-panduan tentang prosedur ini sudah dibuat oleh Gugus Tugas pusat. Oleh karena itu, komunikasi antara pusat dengan daerah mutlak di dalam kaitan untuk menentukan suatu daerah atau suatu sektor kegiatan produktif bisa dimulai,” katanya.(riel)

 

Pos terkait