INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Meski masih masa pandemi, nuansa dan eskalasi politik menjelang pemilihan walikota dan wakil walikota Makasssar 2020 sudah mulai terlihat. Manuver partai politik jelang Pilwali ini semakin ramai diperbincangkan.
Kabar teranyar terkait usulan Nasdem yang akan mempaketkan dua internalnya, Mohammad Ramdhan Pomanto (DP) dan Fatmawati Rusdi Masse berpasangan di Pilkada 2020 mendatang.
Usulan paket kedua figur tersebut mendapat respon dua partai pemilik kursi pimpinan di DPRD Makassar, yakni Golkar dan PDIP.Sebelumnya, Golkar telah mengeluarkan surat tugas kepada Danny Pomanto untuk berpaket dengan Zunnun Nurdin Halid.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris DPD II Golkar Makassar, Wahab Tahir menegaskan, pihaknya masih konsiten dengan surat tugas yang sudah dikantongi Danny.
“Kita masih konsisten. Kami menghargai surat DPP partai kami. Selama belum ada perubahan maka kami anggap itu masih berjalan normal seperti biasa,” ujar Wahab Tahir saat ditemui di ruangannya, Senin (22/6/2020) kemarin.
Sementara, Ketua DPC PDIP Makassar, Andi Suhada Sappaile menilai bahwa usulan paket Danny-Fatmawati RMS merupakan urusan dan hak partai internal NasDem.
Sebaliknya, PDIP saat ini juga telah memiliki sejumlah kader yang siap ikut bertarung, sebut saja nama dr Fadli Ananda dan Andi Yaqin Padjalangi. Suhada menegaskan, PDIP punya peluang mengusung kader karena masuk dalam unsur pimpinan di DPRD Makassar.
Wakil ketua DPRD Makassar itu mengaku, partainya sejauh ini telah melakukan komunikasi dengan sejumlah kandidat untuk membangun koalisi.
“Kami komunikasi politik tetap jalan NasDem pun jalan. Adapun yang mengklaim dukungan sampai sekarang belum jelas karena mereka belum mendapat rekomendasi,” ujarnya.
“Kami tidak bisa berkomentar apa-apa sebelum ada keputusan dari DPP karena mereka adalag eksekutor, kami hanya mengusulkan,” pungkasnya. (andi)





