Dalam organisaisi modern, lanjut Ilham harus dipastikan sistem yang dibangun berjalan dengan baik dan semua fungsi yang dibangun berjalan optimal. Jadi, Organsiasi seperti Poltekbel Barombong akan tetap berjalan, dan layanan Diklat Kepelautan tetap optimal, tanpa harus mengandalkan seorang figur, “jelas Ilham menjawab pertanyaan dewan penguji.
Dalam posisinya sebagai Badan Layanan Umum, seluruh personel di Poltekbel Barombong baik ASN atau pekerja hononer bisa merubah mindset dan pola fikir.
“Mereka komit bekerja dan melayani masyarakat dengan sebaik mungkin, sekaligus bisa berkolaborasi antarbagian untuk menciptakan layanan publik khususnya di bidang Diklat dengan optimal,” papar Ilham .
Konsekuensi Poltekbel Barombong, Makassar sebagai Badan Layanan Umum (BLU), menurut Ilham setiap personal mulai yang tertinggi sampai karyawan biasa harus bisa “berubah” dan mempunyai serta mengembangkan jiwa entepreneurship yang bagus.
“Dengan bak diklat yang baik, maka banyak siswa atau taruna datang dan mampu menghasilkan pendapatan ke lembaga pendidikan sebagai BLU. Dengan semangat baru dan jiwa entepreunership yang bagus, BLU Poltekbel Barombong akan semakin Jaya dan berhasil menjalankan roda organsiasi dengan maksimal, “jelas Ilham .
Ilham menjelaskan, sejak menjadi BLU, Poltekbel Barombong tak lagi subsidi dari APBN.
“Poltekel Barombong harus bisa menghidupi dan menjalankan organisasi dari pendapatan usahanya di bidang Diklat ini. Hal itu sudah terbukti dan Poltekel Barombong tetap eksis sampai sekarang, “papar alumni ahli Nautika PIP Makassar itu.






