INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Vatikan kembali bersikap atas upaya kontroversi Israel di Tepi Barat dan Lembah Yordan. Dimana Israel tengah berupaya mencaplok (aneksasi) wilayah yang mendukung perdamaian Israel dan Palestina.
Sikap keprihatianan Vatikan ini diungkapkan langsung oleh Menteri Luar Negeri Vatikan Kardinal Pietro Parolin dalam pernyataan resminya yang dirilis, Rabu (1/7/2020). Dikutip dari Republika.co.id, Kamis (2/7/2020), telah beredar informasi bahwa Parolin menyampaikan langsung keprihatinannya saat memanggil dan bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat untuk Vatikan Callista Gingrich serta Duta Besar Israel untuk Vatikan Oren David.
Menurut Parolin, selain mengancam solusi perdamaian Israel-Palestina, pencaplokan Tepi Barat dapat memantik situasi yang lebih sulit di Timur Tengah.
“Israel dan Negara Palestina memiliki hak untuk eksis dan hidup dalam perdamaian serta keamanan, dalam batas-batas yang diakui secara internasional,” kata Vatikan dalam pernyataannya.
Vatikan mengimbau warga Israel dan Palestina melakukan segala upaya yang dimungkinkan untuk membuka kembali proses negosiasi langsung. Hal itu harus dilakukan berdasarkan resolusi PBB yang relevan.
Duketahu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah mengagendakan pencaplokan Tepi Barat pada Rabu (1/7). Namun dia memutuskan menundanya. Netanyahu mengisyaratkan masih menjalin komunikasi dengan AS.
Netanyahu tak menampik bahwa pencaplokan Tepi Barat merupakan proses yang rumit. Terdapat banyak pertimbangan diplomatik dan keamanan yang tidak dapat dia bahas secara publik. “Kami mengatakan bahwa (pencaplokan) akan terjadi setelah 1 Juli,” ujarnya.
red: gun





