INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Kasrudi kembali menyoroti kinerja Penjabat (Pj) Walikota, Rudy Djamaluddin. Anggota Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar ini menilai sang profesor tidak cakap menjalankan roda pemerintahan di usia sudah memasuki 54 hari masa jabatannya.
Sejumlah program yang direncanakan Rudy disebut tidak ada yang maksimal. Termasuk pembuatan posko di batas kota yang sebelumnya diharapkan bisa menuntaskan pemutusan mata rantai penularan Covid-19 di Makassar.
Bahkan, akhir-akhir ini ia dianggap tidak lagi fokus dalam menyelesaikan masalah Covid-19 di Makassar. Sementara, data positif di kota Makassar masih terus bertambah.
“Pj Walikjota sibuk dengan dirinya sendiri. Sudah satu bulan menjabat tapi tidak ada perubahan. Padahal dia ditunjuk menjabat Pj untuk memutus mata rantai covid,” ujar Kasrudi saat ditemui di ruangannya, Selasa (18/8/2020).
Legislator Fraksi Gerindra itu menuding, Rudy akhir-akhir ini sibuk mengurusi masalah infrastruktur.
“Harusnya Pj membuat program untuk mumutus mata rantai covid seperti inspektur covid bukan hanya perbatasan yang dijaga sementara di dalam kota masih merah,” tegas Kasrudi.
Ia pun membandingkan kinerja Rudi dengan Yusran. Selama menjabat Rudy disebut tidak pernah lagi melakukan tracing. Ia menyebut status Makassar saat ini tidak jelas. Apakah masih berada dalam status zonah merah atau zonah kuning.
“Kita ini tidak tau merah apa bukan. Tidak ada tracing yang dilakukan, tidak ada pemeriksaan,” tutur Kasrudi.
Sekadar diketahui, Rudy dilantik Jumat (26/6/2020) lalu menggantikan Yusran Jusuf di Rumah Jabatannya (Rujab) Jalan Sungai Katangka, Makassar. Saat itu ia berjanji akan menyelesaikan masalah Covid-19 di Makassar dalam waktu dua pekan. Namun kenyatanya, ibarat kata pepatah, jauh panggang dari api. Sudah hampir dua bulan menjabat status Covid-19 di Makassar juga belum jelas.
“Saya hadir sebagai Pj Wali Kota Makassar untuk melayani rakyat. Dan yang paling penting sekarang membebaskan masyarakat kita dari pandemi Covid-19. Mudah-mudahan dalam waktu dua minggu atau satu bulan kita bisa melihat hasil usaha kita bersama. Saya yakin dengan kebersamaan dan kekompakan, kita bisa lawan pandemi dan terkendali dengan baik,” kata Rudy usai dilantik.
Adapun data Covid-19 di Makassar per tanggal 17 Agustus 2020 yakni Kasus Positif Covid-19 sebanyak 643 kasus.(Konfirmasi, 2023, Sembuh, 4165, dan meninggal 243 orang).
Suspek Covid-19, total kasus 4115. (Suspek =228, Discarded = 3768, meninggal 119. (andi)





