Jubir Adama Tak Persoalkan Kritikan Erwin Aksa Sebut Danny Pomanto Pemimpin Gagal

  • Whatsapp

INFOSULSEL.CO, MAKASSAR – Juru Bicara Mohammad Ramdhan “Danny” Fatma – Fatmawati Rusdi (Adama) menjawab kritikan Erwin Aksa terkait banyaknya program dan kebijakan Danny Pomanto yang gagal saat menjabat Walikota Makassar 2013-2018.

Erwin Aksa yang juga Ketua Tim Pemenangan Appi-Rahman cenderung melempar kritikan pembangunan infrastruktur mangkrak. Seperti, program Petepete Smart dan halte kapsul.

Muat Lebih

Juru Bicara Danny-Fatma (ADAMA), Indira Mulyasari dihubungi melalui sambungan telepon, tidak ingin menanggapi lebih jauh kritikan Ketua Tim Pemenangan Appi-Rahman itu. Sebab, kata dia, hal tersebut hak pribadi Erwin untuk mengkritik.

“Sebenarnya itu pendapat pribadi pak Erwin, kami tidak bisa menanggapi itu. Jadi pak Erwin mau membuktikan itu atau beliau mau mengunjungi sesuatu yang sudah dilaksanakan oleh pak Danny, itu adalah hak pribadi pak Erwin. Saya tidak menanggapinya,” kata Indira, Selasa (20/10/2020).

Mantan Wakil Ketua DPRD Makassar itu menjelaskan, program yang kini mangkrak itu akan kembali dilanjutkan jika Danny Pomanto terpilih menjadi walikota.

“Ya, sebagian besar dari program yang kita susun dalam visi misi dan program secara detail, tidak jauh beda dari sebelumnya,” terangnya.

Namun, dalam program yang telah disusun selain dari program smart city tersebut, ada beberapa tambahan program misalnya terkait peningkatan percepatan pemulihan ekonomi, UMKM, dan mensupport masyarakat yang terkena dampak Covid-19.

“Termasuk program smart city tetap akan dilanjutkan,” tegasnya.

Selain Erwin Aksa, sebelumnya Calon Wakil Walikota Makassar Rahman Bando juga melontarkan kritiknya terhadap kepemimpinan Danny Pomanto.

“Pak Danny dan Pak Ical gagal. Ini merupakan satu kesatuan. Terlalu banyak komitmen yang tidak bisa dijalankan. Misalnya, bagaimana komitmen mereka dengan persoalan persampahan, kan gagal. Dimana semua itu gendang dua, mobil tangkasa ki, TPA bintang lima. Adakah semua itu? Jangan bilang ini pencemaran nama baik. Karena kita cuma mengungkapkan fakta,” beber Rahman Bando kepada awak media, Senin (19/10/2020) malam. (andi)

Pos terkait