Rezki: Konstituen Solid Pilih Appi-Rahman

Pasangan Munafri Arifuddin-Abd Rahman Bando dan anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Makassar. Dari kiri ke kanan, Arifuddin Kulle, Ray Suryadi Arsyad, Abdi Asmara, Adi Rasyid Ali, Fatma Fatma Wahyuddin, dan Rezki.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Legislator Demokrat DPRD Makassar, Rezki mengaku, dengan strategi door to door yang dilakukannya mampu meraup dukungan untuk memenangkan pasangan Munafri Arifuddin – Rahman Bando (Appi-Rahman) di Pilwali Makassar 2020.

Menurut Rezki, strategi tersebut sekaligus sebagai bentuk kepatuhan protokol kesehatan Covid-18 dalam meminimalisir angka penularan Covid-19 di kota Makassar. Sejalan dengan janji kandidat nomor urut 2 (Appi-Rahman), yang 100 hari kerja Kota Makassar akan keluar dari zona merah.

Bacaan Lainnya

“Saya berharap masyarakat memilih Appi pada 9 Desember mendatang. Strategi ketuk pintu seperti yang telah saya lakukan pada Pileg tahun lalu, saya rasa cukup efektif. Ketika itu saya mengantongi sekitar 6.700 suara,” papar Rezki, Rabu (7/10/2020), kemarin.

Supaya mencapai target suara, Rezki mengatakan, pemilihnya tahun lalu akan terus ia akomodir untuk memilih paslon berjargon Makassar Bangkit pada 9 Desember mendatang. Ia optimis dan percaya, konstituennya berada dalam satu komando bergerak door to door memenangkan Appi-Rahman.

“Saya optimis mereka solid. Seluruh pendukung saya sudah terkonsolidasi dengan baik. Insya Allah satu komando. Sejak awal mereka memang menunggu kemana arah dukungan Demokrat. Ketika pilihan itu jatuh ke Appi, semua ikut,” cetus Rezki.

Rezki menilai, pasangan Appi-Rahman adalah pasangan komplit, kolaborasi pengusaha tulen dan birokrat senior yang sarat dengan segudang pengalaman di pemerintahan.

“Appi memiliki jaringan yang kuat di tingkat nasional, baik di kalangan birokrasi pemerintahan maupun kalangan bisnis. Ditambah pengalaman panjang Rahman Bando di pemerintahan di berbagai bidang yang pernah dijalaninya, diyakini mereka dapat menyelenggarakan pemerintahan yang baik, mengelola pembangunan secara efektif dan berkesinambungan,” demikian ungkap Rezki. (andi)

Pos terkait