INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Persentase pasien Covid-19 yang meninggal di Kota Makassar mencapai 2,4 persen. Kasus didominasi mereka yang berusia renta yakni 50-60 tahun.
Pakar Epidemiologi Universitas Hasanuddin (Unhas), Ansariadi menyebut, data tersebut diambil sejak awal Covid-19 mewabah di Sulawesi Selatan (Sulsel) hingga akhir Desember 2020 lalu.
“Jadi kalau ada 100 yang sakit 2,4 persen atau sekitar 2 sampai 3 orang yang meninggal. Tetapi sangat bervariasi antara umurnya. Itu umunya terjadi pada kelompok 50 tahun ke atas,” ungkap Ansariadi saat dikonfirmasi, Minggu (7/2/2021).
Meski demikian, usia selain di atas 50 tetap ada pasien yang meninggal karena Covid-19. Misalnya usia di atas 30 tahun walau angkanya rendah.
“Kalau di bawah 30 tahun 1000 baru ada dua yang meninggal, jadi cukup tinggi di atas usia 50 tahun. Lebih lebih di atas 60 tahun,” ujar Ansariadi.
Penyebabnya adalah imun tubuh yang semakin melemah menjadi alasan mengapa usia di atas 50 tahun yang paling rentan. Bahkan, banyak meninggal karena Covid-19.
Sementara untuk kesembuhan, disebutkan berbanding terbalik dengan angka kematian. Artinya, kesembuhan pasien di Makassar mencapai 97,6 persen.
Ia menegaskan bahwa angka 2,4 persen tidak dianggap kecil. Berkaca pada data orang tua di Makassar, angkanya mencapai 250 ribu jiwa. Jangan sampai mereka terpapar. Pencegahan harus dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan (Prokes).
“Makanya kita lihat dasarnya yang meninggal, jadi jangan lihat 2,4 persen itu sedikit, kalau sebagian besar yang kena umur di atas 50 tahun. jumlah orang tua di Makassar seperempat juta atau 250.000 ribu, kalau setengahnya yang sakit berarti 15.000 ribu jiwa,” pungkas Ansariadi.
Berdasarkan data dari Satgas, per 4 Februari 2021, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Makassar mencapai 24.341 ribu. Sementara jumlah suspek yakni 6.268 orang. (andi)





