INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar resmi meluncurkan program Makassar Recovery, Jumat (5/3/2021) malam. Sebuah program inovasi Danny-Fatma dalam penanganan dan menekan laju penyebaran Covid-19.
Dalam program tersebut, seluruh warga kota Makassar akan ditracing melalui GeNose. Sebuah alat pendeteksi Covid-19 dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Tiga sub program ini bakal dilakukan melalui berbagai tahap, masing-masing 11 metode untuk Penguatan Imunitas, 9 metode untuk Adaptasi sosial, dan 6 metode untuk oemulihan ekonomi.
Politisi Partai Gerindra, Kasrudi menilai program Danny-Fatma menanggulangi Covid-19 di Makassar pada awal masa jabatannya sebagai langkah cerdas dan patut diapresiasi.
“Menurut saya ini langkah cepat yang smart. Fokus beliau memang perangi Covid-19. Tapi caranya kekinian karena menggunakan teknologi,” ucap Kasrudi saat dikonfirmasi, Sabtu (6/3/2021).
Kasrudi juga mengatakan, dengan melibatkan relawan, paramedis, kelurahan, dan kecamatan dalam mendeteksi penyebaran virus sudah tepat.
Sebanyam 10 ribu relawan, 5.000 paramedik, 306 dokter, dan sekitar 300 manajemen kelurahan dan kecamatan akan bergerak serentak memeriksa warga dengan sistem smart city.
“Sudah sejak setahun lalu waktu awal-awal Covid masuk Makassar saya ingatkan untuk menggiatkan tracing sampai kebawah. Tapi tidak didengar. Kalau sudah merebak begini kan repot. Ternyata Danny melakukan itu, ya kita pasti dukung,” ungkapnya.
Sebelumnya, Pemkot Makassar secara resmi meluncurkan program ‘Makassar Recover’ di rumah kediaman Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto jalan Amirullah, Jumat (5/3/2021) malam.
Makassar Recover tak sekadar penanganan Covid-19 melalui GeNose. Program ini juga diluncurkan sebagai upaya Pemkot Makassar untuk adaptasi sosial dan pemulihan ekonomi.
“Semua warga dikasih barcode agar supaya hasil status kesehatan masuk di situ dan kita mengontrol status kesehatan bertingkat, mulai dari sehat, penyintas, OTG, ringan, sedang dan berat,” jelas Danny Pomanto. (andi)






