Menurut politisi kelahiran 3 Mei 1972 ini, jika Walikota Makassar mengganti Ketua RT dan RW yang belum habis masa tugasnya itu sama halnya melanggar Perda.
‘’RT dan RW itu dipilih secara langsung oleh rakyat, sehingga yang berhak memberhentikan adalah rakyat melalui pemilihan langsung, bukan hak Walikota memecat RT-RW,” cetus anak bungsu dari 11 bersaudara ini.
Ia meminta sebaiknya Danny fokus saja mengurus Makassar Recover dan hal-hal lain yang lebih urgen.
‘’Sebaiknya Danny fokus saja merealisasikan janji-janji politiknya. Laksanakan program kerja tahun 2021 ini, khususnya penanggulangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi di kota Makassar. Termasuk pemberdayaan UMKM serta start up bagi pelaku usaha. Tidak usah buat gaduh macam-macam,” tegas ARA.
Untuk diketahui Danny Pomanto secara resmi mengukuhkan dan melantik 5.970 Ketua RT dan RW se-Makassar serta 3.819 penasehat Wali Kota dan 153 Ketua LPM di Lapangan Karebosi Makassar, pada 27 Agustus 2017 silam. Tanpa sebab tiba-tiba awal pekan ini ia mengeluarkan statemen akan menonaktifkan seluruh RT dan RW se kota Makassar.
Pernyataan Danny yang belum dua bulan memimpin Makassar sejak terpilih pada Pilkada pada 9 Desember 2020 lalu membuat gaduh warga Makassar. Ancaman demo para ketua RT-RW bukannya membuat Danny ciut. Ia malah menantang RT-RW melakukan aksi. Tantangan itu disampaikan Danny kepada sejumlah wartawan yang mewawancarainya, Rabu (7/4/2021.
”Di mana dia mau demo saya siapkan tempatnya. Kita siapkan air minum. Kalau mau demo sinimi. Karedna yang demo memang yang tidak sepakat dengan kita. Jadi cocokmi. Silahkan kalau mau demo dimana, saya kasi fasilitas. Kalau perlu makan-makan di mana. mau makan habis demo, saya siapkan. banyak-banyak memamngmi orang supaya kita siapkan. Di Karebosi atau di pantai, silahkan,” tantang Danny.(riel)






