RT-RW Akan Dinonaktifkan, ARA : Danny Jangan Bikin Gaduh

  • Whatsapp
Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali.(FOTO: SRI SYAHRIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Adi Rasyid Ali menegaskan Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto tidak gegabah dalam bertindak.

‘’Ancaman Walikota Makassar itu perlu dikaji dan dicermati dengan bijak. Jangan sampai gegabah dan membuat kegaduhan di tengah masyarakat. Apalagi ini mau masuk bulan suci Ramadhan. Lebih baik urus kota Makassar ini dengan baik.”

Bacaan Lainnya

Penegasan itu disampaikan legislator DPRD Kota Makassar tiga periode dari Partai Demokrat itu menanggapi ancaman Walikota Makassar yang akan menonaktifkan RT dan RW se kota Makassar.

Ketua DPC Partai Demokrat itu juga mengingatkan bahwa terkait pemberhentian RT-RW di Makassar sudah sangat jelas dan tegas diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 41 tahun 2001.

‘’RT-RW itu dipilih secara langsung oleh rakyat. Bukan negara atau pemerintah yang memberhentikan. Apalagi ada Perda Nomor 41 tahun 2001 yang mengatur terkait pemberhentian RT-RW,” kata politisi yang juga akrab disapa Acha ini.

Ia menyebut ada lima hal alasan pemberhentian pengurus RT-RW. Hal itu merujuk pada Bab XI pasal 14.

‘’Kelima poin tersebut adalah, jika masa baktinya telah selesai, dijatuhi hukuman pidana karena melakukan tindak pidana kejahatan berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, karena meninggal dunia, mengundurkan diri dan tidak lagi berdomisili lagi di wilayah kerjanya,” papar ARA.

Moh Ramdhan Pomanto dan Fatmawati Rusdi, Walikota dan Wakil Walikota Makassar.(FOTO: SRI SYAHRIL)

Pos terkait