Ahmad Susanto : Putus Mata Rantai Kegagalan
INDONESIA pun memikul beban berat di leg kedua, 29 Desember 2010. Sebab harus mencetak lebih dari tiga gol agar bisa menyamakan skor dan untuk jadi juara. Harus lebih banyak gol lagi yang diciptakan serta menjaga gawang agar tidak kebobolan.
Dengan dukungan puluhan ribu suporter setia di Stadion GBK, perjuangan yang dilakukan Tim Merah-Putih mencapai garis akhir. Timnas Indonesia menang 2-1 lewat gol Nasuha dan M. Ridwan, namun tetap gagal merengkuh gelar juara karena kalah agregat gol 2-4.
Nah, bagaimana peluang Timnas Indonesia kali ini ? Ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Makassar Ahmad Susanto berharap Irfan Jaya dan kolega bisa memutus mata rantai kegagalan di final selama empat kali.
‘’Kegagalan masa lalu bisa jadi pelajaran. Tentu seluruh rakyat Indonesia berharap Timnas kali ini bisa membuat sejarah baru, yakin menjadi juara,’’ kata Ahmad Susanto.
Menurut tokoh muda Kota Makassar yang digadang-gadang menjadi Ketua KONI Kota Makassar periode 2022-2026, ini secara kualitas ia mengakui Timnas Thailand lebih unggul.
‘’Tapi Timnas Indonesia kaya taktik dan strategi. Semangat juang seluruh pemain Indoensia juga sangat luar biasa,” ujar Ahmad.
Harapan serupa datang dari Andi Taufiq Nadsir, Kasubag Humas Sekretariat DPRD Makassar. Mantan jurnalis salah satu harian di Kota Makassar ini memprediksi Indonesia menang dengan skor 2-1. ‘’Saya yakin, Timnas Indonesia menang 2-1,” katanya.
Untuk bisa juara menurut Nadsir, sektor tengah Timnas Garuda yang menjadi kelemahan perlu evaluasi.
Ia juga menyoroti mandulnya barisan depan timnas Indonesia yang masih mandul. ‘’Mungkin Shin Tae-yong bisa mencoba Dedik Setiawan dan Hanis Sagara. Selain itu perlu dicoba skema 4-4-2. Karena selama ini STY cenderung menggunakan pola 4-5-1,” sebut Nadsir.
Bagi Nadsir, Timnas Indonesia bisa memanfaatkan kelemahan Thailand yang disebutnya ada pada klomunikasi di lini tengah. ‘’Tapi secara fisik, pemain Thailand cukup bagus. Lini pertahanan cukup solid ditunjang lini depan membahayakan. Tapi, kelemahannya berada komunikasi lini tengah,” ungkapnya.




