SEJATINYA pada lima liga final terdahulu, peluang terbesar Timnas Indonesia meraih juara terjadi pada 2004. Ketika itu, skuad Garuda yang dilatih Peter White tampil apik dengan permainan agresif di penyisihan grup dengan mengoleksi 17 gol dalam empat gol tanpa sekalipun kebobolan. Di edisi ini, Indonesia memunculkan bintang baru Asia Tenggara, Boaz Solossa yang masih berusia 18 tahun.
Harapan pendukung Indonesia makin besar setelah Ilham Jaya Kesuma tampil heroik untuk menyingkirkan Malaysia di semifinal. Pada leg pertama yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno, 28 Desember 2004, Indonesia dikejutkan dengan kekalahan 1-2 dari tim Harimau Malaysia.
Skuad Garuda pun sempat ketinggalan satu gol lebih dulu pada laga leg kedua di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, 3 Januari 2005. Namun, Indonesia bangkit dan membalikkan keadaan dengan mencetak empat gol beruntun. Indonesia pun lolos ke final dengan agregat gol 5-3.
Hasil ini membuat asa juara Indonesia meninggi. Selain Boaz, Indonesia memiliki calon top skorer yakni Ilham Jaya Kesuma. Juga ada duet gelandang petarung asal PSM, Ponaryo Astaman dan Syamsul Chaeruddin. Skuad Garuda juga masih diperkuat Kurniawan Dwi Yulianto yang saat itu menjadi pencetak gol terbanyak Timnas Indonesia.
Tapi, Singapura tampil cerdik untuk mematahkan peluang Indonesia. Pada leg pertama di Stadion Gelora Bung Karno, 8 Januari 2005, Boaz Solossa terpaksa ditarik keluar lapangan karena mendapat tekel horor dari bek kanan Singapura, Bhaihaki Khaizan.
Kehilangan Boaz membuat kualitas serangan Timnas Indonesia menurun tajam. The Lions pun main dengan nyaman. Kemudian menang dengan skor 3-1.
Singapura akhirnya mengukuhkan dominasinya pada leg kedua di Stadion Jalan Besar, 16 Januari 2005 dengan kemenangan 2-1 atas Indonesia.
Pada 2010, berstatus sebagai tuan rumah bersama Vietnam, Indonesia dilanda demam luar biasa terhadap Tim Merah-Putih. Euforia dan asa masyarakat Indonesia meninggi setelah melihat racikan Alfred Riedl di laga awal penyisihan Grup A begitu menjanjikan.
Bagaimana tidak, bila Indonesia langsung menghempaskan musuh bebuyutan, Malaysia, dengan skor telak 5-1 di pertandingan pertama penyisihan grup.
Datang dengan motivasi dan semangat tinggi, Indonesia di luar dugaan dikalahkan Malaysia dengan skor 0-3 di leg pertama yang dimainkan di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada 26 Desember 2010. Tiga gol seluruhnya tercipta di babak kedua lewat Safee Sali (dua gol) dan Ashaari Shamsuddin.




