Saat Tawing pertama terpilih sebagai ketua PERTINA Makassar 12 tahun lalu, jangankan prestasi. Selembar kertas pun tidak ada. ”Saya pimpin PERTINA Makassar bermodalkan nol. Tidak ada apa-apa. Atlet juga hanya satu orang. Alhamdulillah berkat kekompakan dan kerjasama semua pengurus, kita bisa berprestasi. Sekarang kita ada banyak stok atlet,” kenang Tawing.
Sasana di kota Makassar juga bermunculan. Bak jamur di musim hujan. Begitu juga dengan jumlah atlet. Bahkan PERTINA Makassar sampai ‘mengekspor’ atlet ke daerah lain di Sulsel. Ini dilakukan agar atlet yang selama ini tekun berlatih bisa tampil di sejumlah event, baik single event maupun multi event lokal, nasional dan intenational.
Prestasi atlet Makassar kini sedang mentereng. Beberapa kali juara umum di sejumlah event yang dilaksanakan oleh Pengprov PERTINA Sulsel. Bahkan pada Pekan Olahraga Provinsi XVII di Sinjai-Bulukumba, Atlet tinju Makassar mendulang 10 medalli emas, 1 perak dan dinobatkan sebagai juara umum.
Salah satu atlet di antaranya yakni Yosua Holy Masihor. Dia bahkan bisa tampil di kejuaraan dunia. Tidak hanya sekali,chali sudah dua kali berturut-turut. Pertama kali tampil di Uzbekistan 2023 lalu. Di akhir masa jabatannya, Tawing kembali mengantarkan Yosua tampil di kejuaraan tinju dunia di Dubai 2-15 Desember 2025,” jelas Sri.
Sebelumnya pada September 2025 lalu Yosua meraih medali emas pada Kejuaraan Internasional di Nila, Negeri Sembilan, Malaysia. Di tengah keterbatasan anggaran dari pemerintah, Tawing sebagai manager tim juga membawa atlet Makassar meraih prestasi pada PON Papua 2021. Kemudian medali emas PON XXI Aceh-Sumut 2024.
Prestasi tinju kota Makassar memang lagi bersinar. Karena itu dibutuhkan sosok ketua yang memang benar-benar mau berkorban.
“Berkorban waktu, tenaga, pikiran dan tentu saja finansial. Kita berharap komitmen itu dilanjutkan di kepengurusan baru nanti dan bisa lebih berprestasi,” harap wartawan olahraga senior yang masih setia menekuni profesinya sejak 1989, ini.(riel)





