INFOSULSEL.COM, MAKASSAR | Spanyol akan menghadapi Arab Saudi pada laga kedua Grup H Piala Dunia 2026 dengan misi mengembalikan kepercayaan diri.
Duel yang berlangsung di Atlanta, Amerika Serikat, menjadi kesempatan bagi La Roja untuk membuktikan statusnya sebagai salah satu kandidat juara. Sebelumnya Spanyo gagal meraih kemenangan pada pertandingan pembuka.
Spanyol sebelumnya hanya bermain imbang tanpa gol melawan debutan Piala Dunia, Cape Verde di laga pembuka. Hasil tersebut menjadi kejutan besar mengingat Spanyol datang ke turnamen ini dengan status peringkat kedua dalam ranking FIFA.
Secara statistik, Spanyol sebenarnya tampil dominan. Tim asuhan Luis de la Fuente menguasai 65 persen penguasaan bola, melepaskan 27 tembakan berbanding enam milik Cape Verde, serta mencatat tujuh tembakan tepat sasaran. Tetapi, dominasi tersebut tidak cukup untuk menghadirkan gol. Hasil imbang itu membuat Spanyol gagal memenangkan pertandingan pembuka Piala Dunia untuk keempat kalinya dalam lima edisi terakhir keikutsertaannya.
Bek Spanyol, Marc Cucurella, melihat hasil tersebut sebagai peringatan dini bagi timnya. “Saya pikir bagus hal seperti ini terjadi pada pertandingan pertama. Karena mungkin jika terjadi di babak lain, Anda bisa langsung pulang,” ujar Cucurella, dikutip dari Reuters.
Spanyol mendapat tambahan tenaga dengan kembalinya bintang muda Lamine Yamal. Pemain berusia remaja itu masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-71 setelah pulih dari cedera hamstring dan langsung memberikan perubahan dalam permainan menyerang Spanyol. Meski demikian, Yamal kemungkinan belum akan bermain penuh selama 90 menit saat melawan Arab Saudi.
Spanyol masih berhati-hati mengingat mereka berharap bisa menjalani perjalanan panjang hingga delapan pertandingan di turnamen musim panas ini. “Saya merasa baik secara fisik dan siap melakukan apa pun yang diinginkan pelatih. Ini masih terlalu awal untuk bermain 90 menit. Saya masih dalam proses adaptasi,” kata Yamal.
Arab Saudi datang dengan modal kepercayaan diri.
Di sisi lain, Arab Saudi memasuki pertandingan ini dengan modal positif. Green Falcons bahkan berada di atas Spanyol dalam klasemen sementara Grup H berkat keunggulan produktivitas gol.
Arab Saudi mampu mencuri hasil imbang 1-1 saat menghadapi Uruguay pada laga pertama. Mereka sempat unggul hampir 40 menit setelah Abdulelah Al-Amri mencetak gol pada akhir babak pertama. Meski akhirnya Uruguay menyamakan kedudukan, Arab Saudi tetap layak mendapatkan apresiasi karena mampu menahan salah satu tim kuat di turnamen ini.
Pelatih Arab Saudi, Georgios Donis, meminta anak asuhnya tetap menikmati pertandingan tetapi tidak kehilangan rasa hormat terhadap Spanyol.
“Kami akan menghadapi salah satu tim terbaik di dunia. Sangat penting ketika berada di turnamen seperti ini untuk menikmati pertandingan melawan tim-tim besar, menghormati lawan, tetapi tidak memberikan rasa hormat lebih dari yang seharusnya,” ujar Donis.
Hasil imbang pada laga pertama membuat seluruh tim Grup H sama-sama mengoleksi satu poin. Kondisi tersebut membuat pertandingan kedua menjadi sangat penting bagi seluruh peserta. Bagi Arab Saudi, kemenangan dalam salah satu dari dua laga berikutnya berpotensi membawa mereka lebih dekat ke babak gugur.
Namun, misi tersebut tidak mudah karena mereka baru meraih dua kemenangan dalam enam penampilan di Piala Dunia sejak debut pada 1994.
Kekhawatiran setelah hasil imbang melawan Cape Verde diyakini membuat La Roja tampil lebih agresif demi menjaga peluang menjadi juara grup. Arab Saudi kemungkinan akan kembali mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik cepat.
Tetapi, kualitas lini tengah serta kedalaman skuad Spanyol diprediksi menjadi pembeda. Kembalinya Lamine Yamal juga menjadi faktor penting. Meski belum siap bermain penuh, kehadirannya memberi variasi baru dalam serangan Spanyol. Spanyol juga tidak ingin kehilangan momentum sebelum menghadapi laga berat berikutnya. Dengan target lolos sebagai juara grup, kemenangan atas Arab Saudi menjadi harga mati.(*)





