Kalah Cepat dari Polda Jabar, Polda Sulsel Baru Akan Turun Usut Jaringan Passobis dan Dugaan Oknum Polisi Terima Setoran

ILUSTRASI

INFOSULSEL.COM,  MAKASSAR | Sindikat penipuan daring lintas daerah atau yang dikenal dengan istilah passobis dan bermarkas di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, berhasil dibongkar .  Ironisnya, penggerebekan dan penangkapan ini bukan dilakukan oleh kepolisian setempat, melainkan oleh tim dari Polda Jawa Barat setelah menerima laporan dari korban warga Jabar.

Dari total 20 orang yang diamankan di lokasi pada Rabu, 12 Agustus 2026, Polda Jabar resmi menetapkan 12 orang sebagai tersangka dengan peran berbeda, mulai dari operator medsos hingga eksekutor transaksi fiktif.

Wakil Dirresiber Polda Jabar, AKBP Mujianto, menjelaskan bahwa para pelaku menjalankan aksinya dengan modus menjual mobil murah melalui Facebook, yang kemudian diarahkan ke WhatsApp untuk meyakinkan korban.

Untuk mengelabui mangsanya, salah satu pelaku bahkan nekat menyamar sebagai anggota TNI dengan memajang foto mengenakan pakaian dinas serta senjata api mainan di media sosial.

Operasi penangkapan ini langsung memicu sorotan publik di Sulawesi Selatan, termasuk kritik dari pendakwah kondang Ustadz Das’ad Latif. Ia  yang mempertanyakan mengapa sindikat lokal justru dibongkar oleh kepolisian dari luar daerah.

Menanggapi hal tersebut, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Polda Jabar guna memperluas penyelidikan dan mengantisipasi korban lainnya.

“Penyidik di sana langsung melakukan penangkapan. Namun, untuk tindak lanjut pembongkaran jaringan pelaku, Polda Sulsel bersama Polda Jabar terus berkoordinasi,” kata Didik, Rabu 26 Agustus 2026.

Selain membongkar jaringan passobis, Bidang Propam Polda Sulsel juga bergerak cepat menelusuri isu liar di media sosial terkait dugaan adanya setoran uang perlindungan dari sindikat penipuan kepada oknum aparat.

Polda Sulsel menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada bukti kuat aliran dana ke internal kepolisian, namun penyelidikan intensif masih berjalan untuk mencari pemilik akun penyebar informasi tersebut.

Polda memastikan tidak akan tinggal diam dan berjanji akan memberikan tindakan tegas apabila di kemudian hari terbukti ada oknum anggota yang ikut melindungi atau terlibat dalam jaringan sindikat penipuan daring ini.(riel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan