Menembus Jarak demi “Kemesraan”: Cerita Nostalgia Alumni IPA9-10 SMANSA Makassar di HUT ke-76

​​INFOSULSEL.COM, MAKASSAR | SABTU 22 Agustus 2026 pagi, riak gelak tawa dan pelukan hangat mewarnai puncak perayaan Anniversary ke-76 SMA Negeri 1 (SMANSA) Makassar. Namun bagi puluhan alumni Angkatan 82, riuh nostalgia itu tak berhenti di halaman sekolah. Usai agenda utama, langkah-langkah nostalgia itu berlanjut menuju VIP Rooms BabaThe CPI Resto & Cafe untuk memutar kembali memori empat dekade silam.

​Mereka adalah deretan alumni kelas IPA9-10 SMANSA 82. Seragam putih-abu-abu mungkin telah berganti dengan pakaian terbaik mereka hari ini, tetapi gurauan khas masa remaja di lorong-lorong sekolah masih terasa persis sama.

​Diisiasi oleh Ketua Ikatan Alumni (IKA) IPA9-10 SMANSA 82, dr. Suliati P. Amir, Sp.M, M.Med.Ed, serta didukung sponsor Nurfaidah Gagaring dan Ismada Salman, SH, hajatan pelepas rindu ini berlangsung intim. Meja makan yang tersaji bukan sekadar pelengkap santap siang, melainkan panggung perekat silaturahmi yang diselingi gelak tawa dan alunan musik karaoke.

​Jarak dan kesibukan profesi luntur di hadapan kenangan. Ishak Ismail, misalnya, rela menempuh perjalanan jauh dari Sengkang, Kabupaten Wajo. Begitu pula Ismada Salman, notaris asal Kabupaten Soppeng, hingga Nurfaidah Gagaring yang hadir didampingi sang suami, Prof. Dr. Gagaring Pagalung. Semua melebur tanpa sekat. Merayakan garis takdir yang pernah mempertemukan mereka di kelas yang sama.

​Dalam sambutannya, dr. Suliati tak mampu menyembunyikan rasa haru melihat antusiasme rekan-rekannya. Bagi dokter spesialis mata tersebut, kehadiran para alumni—baik yang bermukim di Makassar maupun yang datang dari pelosok daerah—adalah bukti bahwa ikatan persaudaraan mereka tak lapuk oleh waktu.

​”Momen puncak perayaan HUT SMANSA Makassar ini kami jadikan kesempatan untuk mengadakan reuni. Walaupun dipersiapkan secara mendadak, alhamdulillah banyak rekan-rekan yang menyempatkan hadir di BabaThe CPI ini untuk saling melepas rindu,” tutur dr. Suliati.

​Ia melangitkan doa agar seluruh rekan angkatannya senantiasa diberi kesehatan dan umur yang panjang. Baginya, menjaga api silaturahmi tetap menyala adalah hadiah terbaik di usia mature mereka saat ini. “Semoga tali persaudaraan di antara kita tetap erat untuk selamanya,” ungkapnya tulus.

​Suasana kian mencair saat giliran sumbangan suara emas menggema di dalam ruangan. Satu per satu alumni bergantian membawakan lagu kesayangan. Memancing sorak-sorai dan tepuk tangan riuh yang membawa ingatan terbang ke masa-masa paling indah di sekolah.

​Siang yang hangat itu akhirnya mencapai puncaknya ketika seluruh alumni berdiri melingkar. Menyanyikan tembang sentimental “Kemesraan” secara bersama-sama. Lirik demi lirik terlantun syahdu, mengunci momen kebersamaan yang teramat berharga.

​Genggaman tangan erat, senyum mengembang, dan jepretan foto bersama di teras BabaThe Resto & Cafe CPI menjadi penutup manis hari itu. Mereka melangkah pulang tidak hanya membawa kenyang, tetapi juga membawa pulang bongkahan rindu yang telah tuntas terbayarkan.(riel)

Suasana yang penuh keakraban

Pos terkait

Tinggalkan Balasan