INFOSULSEL.COM, KUPANG| Walikota Kupang, dr. Christian Widodo mengajak masyarakat memaknai HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan membangun manusia yang tangguh, berkarakter, dan bersolidaritas tinggi.
Pesan tersebut disampaikannya saat membuka kejuaraan tinju di arena pameran kemerdekaan, halaman Harper Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (21/8/2026).
Christian menekankan bahwa olahraga tinju memiliki filosofi hidup yang mendalam. “Seorang petinju sejati tidak hanya dinilai dari kerasnya pukulan, tetapi juga dari kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuannya untuk bangkit kembali setiap kali terjatuh,” ujarnya.
Ajang olahraga ini diproyeksikan sebagai wadah penjaringan atlet potensial Kota Kupang menuju Pekan Olahraga Daerah (Porda) 2026. Sekaligus pembinaan jangka panjang mengarah ke Pekan Olahraga Nasional (PON) NTB-NTT 2028. Melalui olahraga, Christian meyakini pembangunan sumber daya manusia yang disiplin dan bermental baja dapat terwujud.
Christian juga mengingatkan bahwa tantangan bangsa saat ini telah bergeser dari perjuangan fisik melawan penjajah menjadi perang menghadapi ancaman modern. Penyalahgunaan teknologi, berita bohong, narkoba, judi daring, kemiskinan, pengangguran, hingga ketidakadilan disebutnya sebagai “penjajah” baru yang merusak persatuan.
Menariknya, kejuaraan ini kembali menghadirkan piala bergilir unik yang terbuat dari sisa kayu dan material daur ulang. Tradisi yang dimulai sejak masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Serena ini menjadi piala daur ulang kedua, yang membawa pesan kuat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Tak hanya mengasah fisik dan mental, kejuaraan ini turut dijadikan ajang penggalangan solidaritas bagi korban gempa bumi di Flores. Christian menegaskan bahwa masyarakat NTT adalah satu keluarga besar, sehingga penderitaan warga Flores menjadi luka bersama yang harus ditanggung bersama.
Aksi nyata ditunjukkan lewat penggalangan dana secara langsung menggunakan kotak donasi dan sistem pembayaran digital QRIS. Christian mengawali aksi kemanusiaan tersebut dengan menyumbang dana pribadi sebesar Rp5 juta, sembari mengajak warga Kupang memberikan bantuan terbaik sesuai kemampuan.
Mengakhiri arahannya, Christian meminta seluruh atlet menjaga sportivitas dan menjadikan filosofi tinju—yakni pantang menyerah meski diterpa bencana—sebagai modal bersama untuk bangkit. Ia berharap turnamen ini melahirkan atlet berprestasi sekaligus menguatkan tali persaudaraan warga Kota Kupang.(*/riel)





