Lupakan Sejenak Pena dan Kamera Demi Joget Balon, Gaya Jenaka Pengurus PWI Sulsel Rayakan HUT Kemerdekaan 

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR | RUANG kerja wartawan yang biasa dipenuhi ketegangan dengan dahi berkerut akibat kejar-kejaran dengan tenggat waktu (deadline) atau memikirkan angle berita, Rabu (19/8/2026), mendadak berubah 180 derajat. Tak ada wajah tegang, apalagi laptop yang berasap. Puluhan insan pers bersama Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sulsel kompak berbaju merah putih lengkap dengan ikat kepala senada. Melakukan aneka lomba. Balon berwarna merah putih jadi sasaran.

Pemandangan itu terjadi di Kantor PWI Sulsel, Jalan Maccini Sawah No. 12, Makassar. Hari itu, pena dan kamera diparkir sejenak. Rekaman wawancara yang bising digantikan oleh alunan musik dangdut dan gelak tawa yang pecah hingga ke luar halaman. Mereka sedang hajatan merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Bacaan Lainnya

​Atmosferny jelas. Lebih hangat daripada segelas kopi hitam dan aneka gorengan di meja sisa rapat redaksi semalam di meja redaksi. Satu per satu “kehebatan” insan pers diuji di luar arena jurnalistik. Pada lomba Joget Balon Berpasangan, para pengurus PWI mendadak serba salah: harus tetap tampil berwibawa di depan anggota, tetapi juga wajib menjaga agar balon tak meletus di dahi. Belum lagi keseruan Tebak Salah Kata dan Bisik Kata yang membuktikan bahwa jurnalis senior pun sesekali bisa mengalami “miskomunikasi” parah yang memicu gelak tawa.

​Suasana makin riuh saat lomba Rebutan Bola dimulai. Di sini, refleks berburu berita yang biasa dipakai meliput di lapangan mendadak berubah menjadi refleks menyambar bola plastik. Sementara di panggung hiburan, nada-nada sumbang hingga vokal sekelas penyanyi papan atas bersaing ketat lewat lomba karaoke lagu wajib “Tanah Pusaka”.

​Di tengah keriuhan itu, Ketua PWI Sulsel, Ir. H. Suwardi Tahir, S.I.Kom, tampil memberikan wejangan—tentu saja setelah gelak tawa peserta agak mereda. Menurutnya, momentum kemerdekaan ini bukan cuma soal siapa yang paling jago goyang balon, melainkan ajang merekatkan silaturahmi agar iklim organisasi tetap adem ayem.

​“Momentum HUT RI ke-81 ini kita jadikan pemantik semangat untuk terus memupuk kebersamaan, terbuka terhadap masukan, serta meningkatkan kualitas profesionalisme. PWI Sulsel harus tetap kondusif agar senantiasa mampu memberikan kemanfaatan luas bagi masyarakat,” ujar Suwardi.

​Ia menambahkan, jika para pahlawan dulu berjuang mewariskan kemerdekaan, maka jurnalis zaman now bertugas mengisinya dengan berita yang berimbang, edukatif, dan mencerahkan—bukan berita yang bikin pembaca naik darah.

​Keseruan acara ini turut disaksikan oleh jajaran elite PWI Sulsel periode 2026–2031. Tampak hadir Ketua Dewan Kehormatan Dr. H.M. Dahlan Abubakar, M.Hum, jajaran Wakil Ketua seperti Mappiar, Ihsan Djirong, dan Ramah Praeska, serta sang pemegang “kunci brankas” organisasi, Bendahara James Wehantouw.

Tak ketinggalan para tokoh dewan penasehat seperti Ardhy M. Basir dan Ronald Ngantung yang ikut tersenyum lebar melihat aksi kocak sejawatnya.

​Dari barisan IKWI Sulsel, hadir Ketua IKWI Hj. St. Farida Suwardi, Ketua Panitia Rabiah Ansis, hingga Pengarah Lomba Hj. Titiek Sri K Abdullah. Sementara itu, meja juri karaoke diisi oleh trio ketat tapi adil: Yuliana Musila, A. Gahra Pasamangi, dan Hj. Hana Dahlan Abubakar, yang harus ekstra sabar menilai dinamika vokal para wartawan.

​Sore itu, PWI dan IKWI Sulsel berhasil membuktikan satu hal: menang atau kalah di meja lomba tak jadi soal. Yang penting, kebersamaan tetap terjaga dan stress-release tuntas terbayar sebelum kembali bertempur dengan deadline besok pagi!(Sri Syahril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan