INFOSULSEL.COM, MAKASSAR | RODA kendaraan yang berjelutut di aspal Makassar kerap menyisakan cerita. Dari juru parkir nakal, tarif yang tak sesuai, hingga kesemrawutan lahan parkir. Namun kini, warga Kota Daeng tak lagi harus bingung menyampaikan kekesalan mereka. Cukup buka ponsel pintar, ketik keluhan di kolom komentar, dan jawaban pun datang secara real-time.
Adalah Perumda (PD) Parkir Makassar Raya yang mencoba mendobrak pola komunikasi lama. Lewat siaran live streaming, jajaran direksi membuka pintu ruang kerja mereka lebar-lebar untuk masyarakat umum. Tanpa sekat, tanpa birokrasi yang berbelit.
Di balik layar, Direktur Umum Perumda (Dirum PD) Parkir Makassar Raya, Saharuddin Said tampak telaten membaca satu per satu pesan yang masuk. Jemarinya menelusuri lini masa. Matanya menatap tajam layar monitor. Menyerap tiap masukan, kritikan pedas, hingga pertanyaan menohok dari warga.
”Masukan masyarakat itu bahan bakar utama kami untuk berbenah,” ujar Ajid.
Bagi pria yang akrab disapa Ajid ini, berinteraksi langsung di media sosial bukan sekadar pencitraan atau formalitas menjawab pertanyaan. Ketika ada laporan warga yang butuh penanganan mendesak, ia tak segan langsung menginstruksikan timnya bergerak ke lapangan saat itu juga.
Pola komunikasi dua arah ini mengubah wajah pengelolaan parkir di Makassar. Warga tak lagi merasa diabaikan. Sementara pengelola mendapat gambaran jujur mengenai kondisi lapangan langsung dari sudut pandang pengguna jalan.
Langkah ini menegaskan komitmen PD Parkir Makassar Raya untuk hadir lebih dekat, transparan, dan responsif.
Lewat interaksi digital tersebut, setiap curhatan warga bukan lagi sekadar angin laluI. Melainkan pijakan nyata untuk membenahi tata kelola perparkiran Kota Makassar agar kian tertib dan nyaman.(Sri Syahril)





