INFOSULSEL.COM, JAKARTA | Panggung tinju amatir Indonesia sedang bersiap menghadapi babak baru yang lebih profesional dan terukur. Langkah konkret ini ditegaskan lewat pertemuan strategis antara Pengurus Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PP PERTINA) dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di kantor Kemenko IPK, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).
Dipimpin Ketua Umum PP PERTINA, Dr. Hillary Brigitta Lasut, pertemuan ini menjadi momentum krusial untuk melaporkan kesiapan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir. Ajang bergengsi yang dijadwalkan berlangsung 19 hingga 25 Oktober 2026 di Pluit Village Mall, Jakarta ini, bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan proyeksi jangka panjang pembinaan atlet tanah air.
Hillary, yang juga legislator DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, tidak datang sendiri. Ia memboyong jajaran teras PERTINA. Di antaranya Wakil Ketua Umum Shelly Selowati H. Soejono, Ketua Panitia Pelaksana Lokot Nasution, serta pengurus inti seperti Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, dan Yudhi Purnomo untuk menunjukkan soliditas organisasi.
Di hadapan Menko IPK, politisi perempuan peraih suara terbanyak nasional pada Pileg 2024 dengan 310.780 suara ini memaparkan visi besar di balik Kejurnas. Bagi PERTINA, ring tinju di mall nanti adalah kawah candradimuka untuk menggembleng karakter, disiplin, sportivitas, sekaligus mempercepat regenerasi atlet yang sempat tersendat.
Manajemen organisasi yang rapi menjadi fondasi utama yang ingin ditunjukkan oleh kepengurusan baru ini. Hillary menegaskan bahwa seluruh tahapan persiapan teknis dan administratif wajib diselesaikan secara transparan dan matang sebelum genderang kompetisi resmi ditabuh.
“Sehingga kami ingin meyakinkan bahwa sebelum kegiatan Menko IPK ini kami selenggarakan, kami bereskan dulu,” ujar Hillary secara diplomatis.
Sikap ini memperlihatkan komitmen PERTINA dalam menerapkan standar tinggi pada tata kelola olahraga, sekaligus memberikan garansi kesiapan kepada pemerintah sebelum kolaborasi besar dimulai.
Langkah profesional PP PERTINA ini pun disambut hangat oleh Menko IPK. AHY secara terbuka menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung penuh kebangkitan olahraga tinju di Indonesia melalui pendekatan yang lebih modern dan strategis.
Menurut AHY, era olahraga modern menuntut perubahan paradigma dalam mencetak seorang juara. “Peningkatan prestasi atlet tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan fisik, tetapi juga membutuhkan strategi, disiplin, dan keteguhan mental,” sebut Menko IPK tersebut.
AHY bahkan sempat merefleksikan dinamika olahraga nasional dengan mencontohkan pertandingan sepak bola dramatis antara Indonesia dan Thailand baru-baru ini. Ia mengingatkan bahwa kemenangan memang patut disyukuri, namun prestasi jangka panjang sebuah negara tidak boleh digantungkan pada faktor keberuntungan semata.
AHY optimistis di bawah nakhoda Hillary, PERTINA mampu mengembalikan kejayaan Indonesia yang dulunya dikenal sebagai produsen petinju kelas dunia. Pemerintah siap membuka pintu kolaborasi lintas sektor demi memfasilitasi kebutuhan infrastruktur dan pengembangan bakat muda.
“Kita siap untuk berkolaborasi, siap untuk men-support, karena saya juga termasuk orang yang mencintai olahraga. Apa pun olahraganya, saya senang sekali bisa menjadi bagian dari itu,” tegas AHY, memberikan suntikan angin segar bagi pengurus.
Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa kebangkitan tinju nasional kini berada di jalur yang tepat. Kombinasi antara kepemimpinan progresif Hillary Brigitta Lasut, manajemen organisasi yang tertib, dan dukungan penuh dari pemerintah diharapkan mampu mencetak generasi emas petinju Indonesia yang siap menguncang panggung dunia.(riel)





