INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Ketua Komisi E DPRD Sulawesi Selatan, Kadir Halid, mempertanyakan komitmen Kepala Dinas Pendidikan Sulsel dalam menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan oleh Komisi E.
Kadir Halid yang ditemui di ruang kerjanya, Kamis (24/8) siang, mengatakan, pihaknya telah mengundang Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo, untuk membahas kuota siswa SMA/SMK yang masih kosong.
Menurutnya hingga saat ini masih ada sekitar lima ribu lebih kuota penerimaan siswa SMA/SMK yang belum terisi. Sehingga perlu ada tindak lanjut dari hal itu. “Kemarin ada kesepakatan, yakni 5000 lebih ini, diminta diisi dengan sistem zonasi. Sesuai dengan Kepmen nomor 17 tahun 2017,” jelasnya.
Ia menambahkan, kejadian serupa disebutnya terjadi juga di Bali, tetapi di sana gubernurnya merespon cepat hal itu dengan mengirim surat pada menteri, sehingga lebih cepat diberi solusi. “Jadi kemarin komisi berkunjung ke Bali, di sana juga ada masalah yang sama tapi ada penyelesaian. Contoh di Bali sangat bagus, saat ada masalah gubernurnya bersurat pada menteri, kemudian dibuka pendaftaran tahap kedua untuk SMA/SMK,” imbuhnya.
Melihat kondisi yang ada di Bali, ia mengusulkan untuk melakukan hal yang sama, yakni mem buka pendaftaran tahap kedua dengan sistem zonasi. “Saya sudah 3 kali panggil kadis, tapi belum dilaksanakan itu rekomendasi komisi E. Rekomendasinya isi kuota dengan sistem penerimaan jalur zonasi, atau terima yang terdekat dari sekolah (90%), 5 persen siswa miskin, 5 persen jalur prestasi,” pungkasnya.
Penulis : Egan
Editor : Anwar





