INFOSULSEL.COM, MAKASSAR— Sebanyak 12 petinju Sulawesi Selatan yang baru saja mengikuti Kejurnas Tinju Amatir Junior-Youth 2017 di GOR Flobamora, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), 1-6 Agustus akan diterima pimpinan DPRD Sulsel, Ni’matullah, Rabu (9/8/2017) siang.
Sekretaris Umum Pertina Sulsel, Adam Taka Simanjuntak mengungkapkan hal itu kepada INFOSULSEL.COM sesaat lalu. ‘’Pimpinan DPRD Sulsel sangat apresiasi dengan prestasi yang diraih petinju Sulsel. Mereka yang mengundang kami setelah membaca beritanya di media. Saya juga kaget semalam ditelpon dan diminta untuk membawa para petinju,” sebut karyawan Bank Niaga yang banyak menghabiskan waktunya di dunia tinju ini.
Di kejuaraan ini Pengprov Pertina Sulsel yang baru saja dilantik akhir Juli 2017 lalu memboyong 12 petinju mudanya. Hasilnya, mereka meraih dua emas satu perak dan tujuh perunggu. Di kejuaraan ini Pertina Sulsel hanya menargetkan satu emas.
Dua emas dipersembahkan oleh petinju putri dari kelas 54 kilogram (Kg) youth, Marhayati dan petinju andalan Sulsel lainnya, Josua Holy Masihor di kelas 49 Kg youth putra. Sedangkan medali perak diraih Abraham Masihor dari kelas 54 Kg junior putra. Selebihnya tujuh medalli perunggu diraih tujuh petinju berbeda dari kelas berbeda-beda pula. Sebelumnya petinju Sulsel lainnya, Blasius Kuruop juga meraih medali perak di Kejurnas Kapolri Cup di Jambi awal Juli lalu.
Pengprov Pertina Sulsel dibawa komando Adi Rasyid Ali sejak terpilih pada 13 Mei 2017 langsung bekerja. ARA, sapaan Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini memang bertekad ingin mengembalikan kejayaan tinju Sulsel seperti dimasa lalu. Ia langsung mengumpulkan dan mendata seluruh atlet, pelatih dan sasana yang ada. Kepada para pelatih dan atlet ia meminta untuk fokus berlatih dan melatih.
‘’Saya tidak mau lagi ada pelatih dan atlet yang aktif berlatih tapi tidak mendapat kesempatan untuk mengikuti kejuaraan. Sekarang tak ada lagi kelompok-kelompok. Yang ingin berprestasi, ayo gabung. Kita usahakan mengikuti semua event yang dilaksanakan baik lokal, nasional maupun internasional,” tegas ARA yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Makassar ini.
ARA menyingkirkan Ryan Latief pada Musprov 13 Mei 2017 lalu. Adik kandung mantan Ketua PP Pertina, Reza Ali ini terpilih disaksikan langsung Ketua Umum PP Pertina Brigjen Johny Asadoma.
Di Musprov lalu, RL kembali berambisi maju untuk kedua kalinya. Konflik berkepanjangan selama kepengurusan Ryan membuat ia tidak lagi dipercaya oleh sebagian besar Pengkab/Pengkot di Sulsel. Selama empat tahun periode lalu pembinaan atlet berjalan di tempat. Ini yang membuat sejumlah atlet hengkang ke provinsi lain. Bahkan di PON XIX September 2016 di Jawa Barat sejumlah atlet Sulsel membela Provinsi lain.
‘’Di kepengurusan sekarang kita mau ubah semuanya. Tak ada lagi kelompok-kelompok. Kita semua satu. Tujuan kita meraih prestasi dan melakukan pembinaan. Karena itu saya minta semua atlet dan pelatih di semua sasana untuk terus berlatih. Karena ke depannya akan banyak event yang akan kita ikuti,” jelas Adi Rasyid Ali.
Penulis : S. Syahril





