INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — MATAHARI belum nampak ketika Daeng Liwang meninggalkan rumahnya di Jalan Abdul Kudus RT 2 RW 5 Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Saat itu waktu masih menunjukan pukul 04.15 WITA.

Ketua RT ini sudah mengenakan baju warna merah, seragam dinas untuk Ketua RT pembagian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, yang dilantik di Panggung Upacara Lapangan Karebosi, Minggu (27/8/2017) pagi oleh Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.
menyantap sarapan yang dihidangkan sang istri, lelaki berusaia 54 tahun ini langsung tancap gas menuju kantor lurah yang tak jauh dari rumahnya. Ayah empat anak ini nampak terburu-buru. Maklum, beberapa kali telepon genggam bututnya berbunyi. Beberapa pesan singkat masuk di grup whatsapp (WA), grup khusus bagi perangkat pemerintahan tingkat paling bawah se Kelurahan Barombong.
Ternyata ada beberapa pesan dari ‘atasannya’ Ketua RW 5, Basri Tahir yang memintanya segera bergabung di kantor lurah, tempat yang disepakati berkumpul sebelum bersama-sama menuju tempat pelantikan di Lapangan Karebosi.
Di kantor lurah sudah hadir puluhan Ketua RT, RW, LPM dan sejumlah penasehat walikota yang siap menuju Karebosi dipimpin Lurah Barombong Reskianto Muliawan.
Daeng Liwang, pagi itu tampak gagah. Mengenakan baju seragam warna merah dipadu celana hitam dan berkopiah. ‘’Wah, Pak RT-ku hari ini gagah sekali. Sudah seperti anggota dewan,” canda Basri Tahir, Ketua RW 5 Kelurahan Barombong, ketika Liwang turun dari motornya.
Sebelum adzan subuh berkumandang di Masjid, Liwang dan kawan-kawan menuju Karebosi. Di sana sudah ramai. Ada ribuan warga mengenakan seragam merah, hijau, putih dan orange, berkumpul.
Pelantikan 10 ribu perangkat pemerintahan paling bawah di Makasar ini merupakan sejarah baru dalam tatanan pemerintahan di Indonesia.
“Sebelumnya tidak pernah ada pelantikan RT, RW, LPM dan penasehat walikota secara serentak dengan jumlah sangat fantastis, 10 ribu orang,” kata Danny Pomanto.
Selain diberikan seragam dan insentif Rp 1 juta per orang per bulan, 5.969 ketua RT dan RW ini masing-masing dihadiahi sebuah smart phone. ‘’Tapi, smart phone ini bukan digunakan untuk selfi-selfie-selfie, tapi dimanfaatkan untuk bekerja,” tegas Danny Pomanto.
Tujuan pemberian telepon genggam ini untuk memudahkan RT-RW dalam berkomunikasi atau kordinasi dengan warga, lurah, camat, dan Walikota sendiri. “Saya harap handphone ini dimanfaatkan sebaik mungkin dan kinerja RT RW mengawal sistem pemerintahan bisa lebih baik lagi,” katanya.
Sejumlah Ketua RT dan RW di Makassar sangat mengapresiasi perhatian Walikota ini. ‘’Baru kali ini ada walikota yang sangat peduli kepada Ketua RT dan RW. Jujur kami sangat tersanjung. Terima kasih Pak Danny. Harkat dan martabat kami semakin terangkat,” sebut Basri Tahir, Ketua RW 5 kelurahan Barombong.
Ketua RT/RW yang baru dilantik ini hasil dari pemilihan serentak pada 26 Februari 2017 di 4.981 RT dan 988 RW dari 153 kelurahan di 15 Kecamatan se-Makassar. Ada 7.019 calon Ketua RT dan 2.085 calon Ketua RW di 998 TPS. Mereka dipilih oleh 258.162 Kepala Keluarga yang terdaftar di kantor Catatan Sipil Makassar.
Danny Pomanto berharap setelah pelantikan ini semua RT, RW bekerja demi membangun Makassar lebih baik lagi. Termasuk berbagai persoalan masyarakat harus selalu diselesaikan oleh RT, RW.
Danny punya alasan sendiri mengapa pelantikan dilakukan subuh hari. “Tidak ada suatu usaha tanpa diawali dengan doa di pagi hari. Salat subuh berjamaah juga telah menjadi program kita setiap minggu terakhir setiap bulannya,” ujar walikota berlatar belakang arsitek ini.
Menurut Danny, menggelar kegiatan pada waktu subuh, juga menjadi pilihan terbaik untuk menguji semangat dan kedisiplinan jajarannya. Terutama para Ketua RT/RW, Penasehat Walikota, dan LPM yang dikukuhkan hari ini.
Setelah dikukuhkan, Danny berharap, mampu melahirkan sinergitas dan suhu positif untuk mendorong pengembangan program pemerintah, yakni dengan cara memenuhi sembilan indikator penilaian.
“Bukan karena insentifny namun dedikasi saudara-saudara semua membangun kota Makassar yang Insha Allah akan kita wujudkan Makassar menjadi kota dunia”, tegasnya.
Menurutnya, meski tidak masuk dalam struktur birokrasi, tapi Ketua RT/RW adalah pasukan terdepan dalam mewujudkan program penyelenggaraan daerah. “Apalagi RT/RW merupakan perwakilan dari masyarakat hasil dari pemilihan serentak,” tambahnya.
Pada prosesi pengukuhan ini, Pemkot Makassar juga memberikan penghargaan kepada Ketua LPM berprestasi dengan memberikan tanda jasa berupa Pin Emas kepada Ketua LPM Tanjung Merdeka. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis smart phone kepada perwakilan ketua RT/RW.
Penulis : Aril





