Politisi PAN : Rahman Pina tak Punya Etika Politik

rahman Pina berbincang santai dengan Walikota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto.(FOTO: ARIL)

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Ketua Bidang Advokasi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Makassar,  Muh Yusri Yusuf  menyebut Rahman Pina terlalu jauh mencampuri urusan dapur parpol orang lain.

Ketua DPD PAN kota Makassar, Hamzah Hamid memperlihatkan surat rekomdasi asli dari DPP PAN.

“Dia (RP) tau apa soal rekomendasi PAN. Atau RP takut ya? Kok dia sok tau. Mana ada copyan kalau tidak ada aslinya.  Sebaiknya jangan ada yang ngawurlah  soal dapur orang lain. Mending urus saja dapur sendiri, supaya kesannya tidak sok’ sibuk,” tegas Yusri Yusuf  kepada INFOSULSEL.COM, Senin (28/8/2017).

Bacaan Lainnya

Politisi PAN itu  menanggapi pernyataan Rahman Pina yang menyatakan rekomendasi partai berlambang matahari terbit itu ke Moh Ramdhan Pomanto di Pilwali Makassar 2018, hanya dalam bentuk foto copy .

Pernyataan RP itu beredar di grup WhatsApp (WA) yang dihuni anggota DPRD kota Makassar dan sejumlah wartawan.  RP menyebutkan rekomendasi PAN ke Danny Pomanto, belum jelas. Karena yang diperlihatkan hanya copy-an.

Yusri menegaskan,  sebagai legislator, RP mestinya tahu etika dalam berorganisasi.  Yusri malah menyindir partai tempat RP mengabdi yang hingga saat ini belum memutuskan sikap siapa yang akan diusung di Pilwali Makassar.

“Tolong beretikalah. Sebagai anggota DPRD yang dipilih rakyat, RP seharusnya memberi contoh dalam berpolitik yang santun. Bercerminlah pada diri sendiri. Kemungkinan mana yang jelas antara yang sudah menentukan sikap, ketimbang yang hanya koar-koar,”  ketus Yusri.

Tidak hanya itu, Yusri secara gamblang mempertanyakan soal kepastian bakal calon yang dijagokan RP.

“PAN saja yang sudah memberi rekomendasi dikatakan belum pasti. Lalu yang hanya berkoar-koar dan hanya berwacana dan belum menentukan sikap, namanya apa? Tolong sampaikan pada RP,  PAN secara tegas dan jelas telah mengusung  Danny Pomanto sebagai calon walikota di Pilwali 2018. Lalu, partainya apa sikapnya?,” tanya Yusri.

Disinggung perihal rekomendasi yang hanya copy-an,  Yusril menegaskan, PAN tidak perlu memperlihatkannya kepada RP.  ‘’Memangnya dia itu siapa sih. KPU-kah dia? Atau politisi sok urus ? Itu orang suruh jangan terlalu banyak bermimpi,” tegas Yusri lagi.

Yusri menyebut, RP sepertinya sudah merasa kalah dengan rivalitas di internal mereka, sehingga cari lawan baru.

Menanggapi sikap PAN, RP mengatakan, bahwa apa yang ia lakukan hanya bagian dari hak berdemokrasi. Ia juga membantah jika komentarnya tersebut dinilai sebagai bentuk intervensi ke partai lain.

“Di alam demokrasi dilarang melarang. Saya tidak ingin masuk di area partai lain. Saya cuma dapat informasi bahwa rekomendasi itu copyan, bukan asli. Tapi kalau asli Alhamdulillah, saya doakan. Itu saja,” kata RP

Penulis : Wawan

Aditor : Aril

Pos terkait