PSM Butuh Ketenangan Untuk Menang

M. Rahmat, winger andalan PSM Makassar.(foto: Ril)

INFO SULSEL.COM, MAKASSAR – PSM Makassar menjadi salah satu tim yang memiliki materi mentereng di Liga 1 2017. Hal itu ditunjang pula dengan pelatih berkualitas.  Namun di akhir musim Juku Eja ibarat kapal yang sedang oleng saat hendak merapat di dermaga. Kecepatannya semakin berkurang.

Kondisi yang sama dialami Mitra Kukar. Hanya aja tim yang bermarkas di Kutai Kartanegara ini jauh lebih oleng dibanding PSM. Apalagi sejak ditinggal nakhodannya, Jafri Sastra. Naga Mekes seakan kehilangan kesadaran.

Bacaan Lainnya

PSM dan Mitra Kukar akan bertemu Senin (7/8/2017) di Stadion Mattoanging di lawa perdana putaran kedua Liga 1. Di akhir musim kedua tim sama-sama memiliki catatan minor.

PSM, misalnya. Mereka kehilangan takhta klasemen. Bahkan tak kunjung mampu mendekatinya hingga akhir putaran pertama. Skuad besutan Robert Alberts malah tergerogoti di bursa transfer. Alih-alih menambah amunisi buat menggenjot daya gedor di putaran II, justru satu taji mereka terlepas.

Bomber asal Australia berdarah Brasil yang sudah mengemas 9 gol di putaran I itu angkat koper. Ini membuat Robert pusing tujuh keliling. Setidaknya hengkangnya eks pemain Borneo FC itu jadi kerugian besar bagi PSM.
Saat harus berjuang memulihkan potensi PSM sebagai petarung tangguh di jalur pacu juara, Ribert Alberts kehilangan Costa. Tanpa Costa, lini depan Juku Eja menumpul. Tiga bomber tersisa masih seret. Titus Bonai baru bikin 2 gol. Ferdinand Sinaga dan Romario Roberto masing-masing baru menyumbang 1 gol.

Menajamkan taji Titus Bona, Ferdinand, dan Roberto membutuhkan waktu. Tak bisa instan. Solusi paling cepat dan efektif adalah menghadirkan pengganti Reinadlo. Lalu siapa yang bakal diboyong ke Makassar? Robert Albert maupun CEO PSM Munafri Arifauddin belum bisa menjawab. Masalahnya, urusan menggaet Zulham Zamrun saja belum tuntas.

Zulham, eks Persib Bandung yang hijrah ke Mitra Kutai Kartanegara lalu tiba-tiba mundur, statusnya masih belum jelas. Sebab Mitra Kukar belum meberikan lampu hijau untuk pemainnya yang satu ini membela panji klub lain.

Ini yang memusingkan kepala Robert Albert. Skuat melemah, padahal tekanan semakin berat. Di sisi lain konsentrasi sang bos besar, Munafri Arifuddin tengah terbagi, mengurus PSM dan tengah mencalonkan diri maju di pemilihan walikota Makassar, juni 2018 nanti.

Meski begitu, sebagai pelatih kepala, Robert pantang menyerah. Dengan pemain yang ada dan siap, ia coba mengoptimalkan laga awal putaran II yang dihelat di kandang.

Menang demi mengangkat PSM ke posisi lebih tinggi dari urutan 6 klasemen dengan 28 poin jadi target. Manajemen dan pendukung Juku Eja juga menginginkan itu. Apalagi sang mentor dan skuadnya di atas angina. Mereka tak terkalahkan di 8 laga kandang putaran pertama.

Rangkaian 7 kemenangan dan noda hanya berupa sekali imbang dari 8 laga kandang wajib dilanjutkan. Itu terwujud, PSM memang belum otomatis kembali ke jalur pacu juara. Tapi, tambahan 3 poin pemangkas jarak 7 angka dengan Madura United di puncak tetap penting.

Kemenangan atas Mitra Kukar jadi pil penenang setelah PSM jeblok di 5 laga beruntun. Termasuk kalah 0-1 dari Madura United di pekan 17. Dominasi atas Mitra Kukar di 5 duel sebelumnya pun terjaga. Kans terbuka lebar. Naga Mekes lagi sakit. Terjepit di urutan 11, mereka kian oleng sepeninggal Jafri.

Penulis : Ril

Rapor Kandang PSM Makassar
Main: 8
Menang: 7
Imbang: 1
Tumbang: –
Poin didapat: 22
Poin terbuang: 2
Gol memasukkan: 15
Gol kemasukan: 4
Total poin: 28
Posisi: 6

Rapor Tandang Mitra Kutai Kartanegara
Main: 8
Menang: –
Imbang: 2
Tumbang: 6
Poin didapat: 2
Poin terbuang: 24
Gol memasukkan: 6
Gol kemasukan: 21
Total poin: 25
Posisi: 11

 

Pos terkait