INFOSULSEL.COM, MAKASSAR — Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Sulawesi Selatan yang baru dilantik akhir Juli lalu punya cara untuk semakin mendekatkan olahraga tinju ke masyarakat. Salah satunya dengan melakukan latihan di area car free day setiap akhir pekan.

Seperti yang terlihat di kawasan car free day Jalan Sudirman, Minggu (13/8/8/2017) pagi. Sekitar 100-an petinju dari seluruh kelompok usia berbaur dengan masyarakat. ‘’Kegiatan ini akan rutin kami lakukan setiap Mingu pagi di area car free day di Makassar. Tujuannya, selain meramaikan kegiatan car free day kami juga ingin mendekatkan olahraga tinju ke masyarakat, sekaligus sebagai tempat berlatih bagi para petinju di tempat terbuka agar bisa menarik perhatian masyarakat yang sedang berolahraga,” jelas Ketua Pengprov Pertina Sulsel, Adi Rasyid Ali.

Menurut ARA, sapaan Wakil Ketua DPRD Kota Makassar ini ternyata antusiasme masyarakat sangat besar. Apalagi para petinju dari berbagai sasana di Makasar ini trampil dengan menggunakan seragam bertanding seperti saat mereka naik ring.
Ini menarik perhatian ratusan masyarakat dari segala usia. Tidak hanya anak-anak, ibu-ibu pun ikut mencoba menggunakan sarung tinju. Mereka berlatih layaknya seorang petinju profesional. “Banyak masyarakat yang langsung mencoba menggunakan sarung tinju dan minta dilatih oleh pelatih-pelatih tinju yang hadir di area car free day. Malah ada yang baru kali pertama merasakan menggunakan sarung tinju,” kata ARA.
Salah satu pejabat yang sempat mampir adalah Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo. Menggunakan baju kaos berwana putih, mantan Bupati Gowa dua periode ini berbaur dengan para petinju. SYL pun sempat melakukan ‘sparing’ dengan salah satu pelatih tinju Sulsel. Bak seorang petinju profesional, SYL mengepalkan kedua tangannya. Berdiri dengan kuda-kuda. Lalu ia melepaskan beberapa jab, straight, hook , uppercut, cross dan long hook. Kehadiran Gubernur dua periode ini pun menarik perhatian warga.
Banyaknya masyarakat yang antri sampai beberapa pelatih tinju kewalahan maladeni permintaan warga. “Kami ngumpul di sini juga ingin menunjukkan kepada masyarakat jika olahraga tinju bukan olahraga keras. Olahraga tinju dapat mendidik mental seseorang untuk tidak melakukan tindakan anarkis,” jelas ARA.
Melalui kegiatan ini Pertina Sulsel juga ingin kembali lebih menghidupkan olahraga tinju di Sulsel yang selama ini kurang populer. ‘’Selama ini olahraga tinju hanya populer di layar kaca. Nah, saatnya kami ingin kembali menjadikan olahraga tinju semakin populer di Sulsel seperti olahraga sepakbola,” sebut ARA yang juga Ketua DPC Partai Demokrat ini.
Penulis : Sri Syahril





