Dewan Ini Kecam Sikap Importir Ikan Koi asal Tangerang yang Tidak Bertanggungjawab

INFOSULSEL.COM, MAKASSAR – Ketua Komisi A DPRD Makassar Abdi Asmara menyesalkan sikap importir ikan koi asal Tangerang, Nirwana Koi Center yang lepas tangan atas kematian ikan koi yang dipesan oleh penghoby ikan koi Makassar, Henry. Padahal, ikan koi yang dipesan Henry rencananya akan diikutkan konteks ikan koi di Mall GTC.

“Saya hadir waktu konteks koi di Mall GTC. Saya sebagai pencinta koi sangat kecewa karena Nirwana Koi cuek dengan kejadian ikan koi pesanan mati tanpa ada rasa tanggung jawab,” kata Abdi Asmara  di Makassar, Jumat (1/9).

Bacaan Lainnya

Padahal, Abdi mengatakan, seharusnya Nirwana Koi bertanggung jawab dan profesional dalam kejadian ini. Sangat disayangkan kata dia, jika Nirwana Koi tidak menjaga kepercayaan costumernya.

“Padahal sabagai Ketua Komisi di DPRD Makassar hadir di arena show karena ajakan Didong (rekan Henry- red) dan secara pribadi sudah tertarik untuk masuk ke dunia koi,” kata Abdi.

Ia pun mengaku, telah bersedia melakukan pembinaan kepada warga Makassar yang hobby dengan ikan koi. Namun, dengan kejadian ini, Ketua Fraksi Demokrat Makassar ini akan mempertimbangkan ulang.

“Saya sudah tertarik untuk melakukan pembinaan bagi warga Makassar yang memeliki hobby ikan koi,” ungkap Abdi Asmara.

Sebelumnya, Nirwana Koi Center dipolisikan oleh customernya, Henry di Makassar, Kamis (31/8/2017). Hal itu dilakukan Henry lantaran merasa ditipu oleh Eric Yonathan saat mengetahui tiga ekor ikan koi pesanannya tiba-tiba mati sebelum dikirim.

“Koi jenis Showa dengan size 63 centimeter, Koi Showa 78 centimeter dan Showa Shansoku size 55 centimeter yang saya pesan terpaksa tidak bisa ikut kontes karena dinyatakan mati oleh pihak penjual,” ujarnya.

Hal itu bermula saat Henry yang merupakan penghoby Ikan Koi hendak mengikuti kontes koi di Mall GTC Makassar, dimana ia kemudian memesan tigar ekor Ikan Koi yang dianggapnya langka kepada Nirwana Koi Center. Tiga ekor koi itu dibeli seharga Rp130 juta.

“Ada beberapa kejanggalan yang ditemukan, dimana ikan pada saat mau dibeli tidak diangkat dari kolam sehingga kita tidak melihat dengan jelas, kita juga tidak pernah diberitahu kalau ikannya sakit, dan tiba-tiba dikirimkan foto dan video ikan tersebut sudah mati,” katanya.

Mendengar kabar bahwa ikan pesanannya mendadak mati, timbullah kecurigaan Henry karena beberapa hari sebelumnya ikan mungil tersebut dinyatakan sehat oleh pihak penjual.

Ia melanjutkan dari video salah satu ikan tersebut, terlihat jelas bahwa ikan terserang jamur. Itu dibuktikan karena terdapat borok pada perut sebelah kiri. “Padahal sehari sebelumnya Erik Yonathan mengabarkan kalau ikan tersebut sehat dan siap kirim,” kata Henry.

Pos terkait